Friday, December 22, 2006

Saat Klakson itu Berbunyi

Anak kecil laki-laki berbaju merah umur 4 tahunan itu, entah dari mana munculnya, tiba - tiba sudah melenggang ditengah jalan kampung. Sesekali dia berguman, entah berdendang kecil atau berbicara dengan dirinya sendiri, aku tak tahu. Sesekali pula kepalanya bergerak ke kiri atau kekanan, sehingga aku bisa melihat mimik wajahnya yang serius lucu & samar - samar kerutan didahinya sekilas.

Dia sama sekali tak menoleh, apalagi menengok sedikitpun ke belakang, kearahku, yang sedang mengendarai motor berkecepatan 25 - 30 km/jam ini --dan bagiku semuanya terasa amat lamban--


Kadang kala kita --si manusia kecil ini--, tak menyadari dengan sekeliling... hanya menyibukkan-disibukkan dengan diri sendiri & "diri sendiri"... Tak berusaha menyadari hal yang tengah terjadi. Bahkan lebih buruk lagi mungkin : APA YANG AKAN TERJADI ! Bukannya mendahului yang akan menjadi "ketentuan", hanya saja.. manusia diberi kelebihan berupa akal-pikiran serta perasaan untuk sensitif. Berpeka hati dengan hari esok! Karena didunia ini banyak hal yang masih bisa 'diraba dan dilihat', seperti 'logika kecil' bahwa jika kita tidak bangun pagi-pagi sekali, maka kita akan terlambat ke kantor yang masuk pukul 7 pagi! Atau, kita akan merasa lapar dan haus jika tidak makan dan minum!

MANUSIA BODOH MANAPUN PASTI TAHU AKAN HAL ITU !

Pangeran kecil masih saja melangkah. Rambutnya yang disisir membelah ke kanan naik turun mengikuti gerakan tubuhnya. Aku masih saja mengikutinya dari belakang, mengamati tiap detik frame - frame live show ini. Sepasang sandal jepit warna oranye sedikit kebesaran dikaki - kaki mungil yang begitu lincah menopang tubuh kurusnya.

Mulut itu masih saja tak henti - hentinya menyuarakan apa yang dirasakan - dipikirkan. Tapi aku tak bisa mendengarnya! Entah karena dia terlalu jauh dariku, suaranya yang tak keras terdengar, suara bising sekitar, helm standardku yang begitu lekat menempel ditelingaku atau memang anak itu hanya berguman, lagi-lagi aku tak tahu. Karena aku hanya bisa melihatnya dari balik kacamata minusku.

Hingga detik ini, bocah kecil itu tetap sama : sama sekali tak menengok kearahku, si pengendara kuda besi !

Dengan (alasan) kesibukan tiap inchi hidup --kita, si makhluk kecil-- seringkali mengabaikan konsekuensi yang semakin mendekat. Pelan tapi pasti, semuanya seolah-olah bergerak menjadi : 'begitu saja' terjadi. Dan kita --lagi dan lagi-- seringkali tak menyadari bahwa semua itu disebabkan : juga karena diri sendiri.

Jarum jam bergerak ke angka 08.30.
" Tinnn! " kutekan klakson motorku, sekali, dengan ringan dan sesaat.

Reaksinya benar-benar luar biasa. Si kaos merah tersentak kaget. Mungkin gelembung-gelembung khayalan-bayangan di benaknya meledak berantai satu-satu dan menguap seketika.

Dia berlari kencang menjauhi kami berdua, aku dan motorku. Aku sempat mencium sekilas bau wangi tipis sabun darinya yang terbawa angin, angin yang ditinggalkan dia ketika berlari dan sebaliknya, kusongsong angin yang meninggalkannya. Si kecil ini rupanya barusan mandi ternyata, kataku dalam hati. Ya, mandi pagi yang kesiangan.


Pernahkah terpikir bahwa apa yang kita rasa telah berjalan pada track-nya, meloncat dari yang seharusnya? Seperti putaran sebuah lagu pada kaset atau CD yang tiba-tiba berkelebat pada nada berikut dan itu bukan lanjutan nada semestinya? Begitu spontan, hingga kita tak bisa mencegahnya ?

" Tiinn n n . . . "
Sekali lagi kutekan klakson, masih dengan cara seperti bunyi klakson pertama.

Dia semakin kencang berlari, sekali lagi hanya : berlari kencang!
Pemandangan 'aneh' itu mau tak mau membuatku 'tersenyum'.
Mengertikah hal apa yang membuatku tersenyum pahit sekaligus geli?

Ya, si wangi sabun tadi hanya : berlari kencang. Bukan : bergerak menyamping. Tidak bergeser minggir!

Tiba - tiba, kudengar seruan melengking dari arah depan penuh nada kekhawatiran.

"Hoeeeeiiiyyyyy! Mingggirrrrrr !!" suara seorang ibu yang sedang sibuk menyapu di sepetak halaman rumah sederhana, makin membuat si sandal oranye bergidik.

Kali ini mungkin --lagi-lagi-- balon-balon khalayannya yang tadi sempat terbentuk lagi, telah melumer. Tak bisa untuk ditiupkan di bibir kecilnya seperti saat aku pertama kali melihatnya tadi.

Pangeran kecil akhirnya berlari minggir. Dia menatapku. Benar-benar khas sorot anak kecil. Begitu gemas, aneh dan tajam serta sedikit tegang bercampur gelombang dengusan. "Berkata" tegang, bingung, takut, khawatir, kaget, senang, lega sekaligus bersyukur. Sejuta tatapan dalam sebentuk hunjaman pandangan yang sepertinya kukenal di masa lampau.

Ketika aku akhirnya (berhasil) melewatinya dan kemudian beradu mata, aku seperti melihat diriku di bola mata 'si Sisir miring kanan'. Cermin bening itu memantulkan gambarku :
"Aku (dulu) juga pernah melakukan hal yang sama sepertinya."

Ada "bola-bola raksasa kasat mata namun bisa dirasakan keberadaannya" sedang menggelinding : menerjang kearah kita.

Tanpa disadari, kita masih saja sering hanya berlari... berlari... terus saja berlari kencang dan lebih kencang lagi... tanpa berpikir untuk minggir menghindar! Padahal saat itu
' BUKAN BERLARI KENCANG INI YANG DIBUTUHKAN, TAPI "HANYA PERLU LANGKAH KECIL dan RINGAN" untuk MEMUTUSKAN KEMUDIAN MELAKUKAN GERAKAN 'MINGGIR KE TEPIAN '.

Dan, SEKELILING-LAH yang sering kali 'meneriaki' kita untuk segera menangkapi kembali kesadaran yang tengah lepas beterbangan dari sangkarnya.

Sedikit terdengar konyol memang, tapi begitulah adanya. Kita telah mendengar gemuruh bola-bola itu, bahkan melihatnya menggelinding mendekat. Hanya berlari kencang tidaklah cukup, namun menepi adalah untuk menggenapkan.

Kalau melangkah ringan dan menepi saja sudah cukup menyelesaikan, kenapa harus terengah - engah berlari kencang ???

Begitulah, KADANG kita dikejutkan oleh orang lain, namun kitapun juga SERING DIKEJUTKAN OLEH DIRI SENDIRI.

Friday, December 15, 2006

Mari Belajar pada Lalat !

Mengernyitkan dahi ? Heuheuheuu.... Lagi2... lagi2... hanya pengen berceloteh - sharing ajah koq...
>,^

Hari minggu kmaren seisi rumah pada dihebohin dengan bau yg ..yah.. not smelt good-lah.. alias hueks bangeti. Udah bbrp hari ini, qt dibikin nggak nyaman pokokna. Saat menebar, si bau tadi ga' konsisten .. artinya, sukak timbul tenggelam.. kadang tercium kadang enggak... Yaikss! mbikin bete & bingung buat nyari dimana sumber bau tadi berada, kan?!

AyahQ ngira itu bau adalah baunya cicak mati yg kecepit di pintu ato 'nako' jendela. KakakQ bilang, bukan! itu pasti gara2 kodok kecil yg sukak maen2 trus nyemplung di rak sepatu sampek ga bisa keluar (critanya, ruang tengah keluarga kami dekat halaman dalam alias tempat terbuka).

"Apa mungkin tikus kecil, mengingat baunya ga terlalu sangar gitu?" tanya plus pendapatku. Tapi, saat kulihat tatapan mata & kerut2 didahi mreka be2.... enggg...gakkk deh keknya. & Benerkan..., mereka bilang : "Bukannnn!!!!!" dgn kompaknya. ( Iyaa...! Iyaa...! ;p )

Then, eksekusi dilaksanakan. Rak sepatu di luar ruang keluarga diobrak-abrik.. Kakak naik kursi buat meriksa lubang angin diatas jendela... AyahQ meriksa berkali2 nako...& nihil !

Akhirnya, mereka berbincang2 --dgn serunya-- ngebahas letak-arah dimana kemungkinan si Huekk tadi ada. Kakak ngomong di sebelah Timur ruangan, Ayah bilang di sebelah Selatan ruang. Saat dicari di kedua t4 itu... lagi2 ga ada ! Huahh.... ABC : adhuhhh... capekkk deyyyhhh.... !

Sejenak mereka diam. Ada sesuatu yang 'salah' menurut mereka.. tapi apa itu, blom ketahuan juga. Tikk..takk...tikk...takk...tikk... Plopp!! Mereka menyadari bahwa sedari tadi mreka : nggak ngeliat - nggak ngrasa sesuatu yg seharusnya 'diliat'. Ya, lalat hitam! Dimanakah makhluk itu sekarang ??? Kemana arah dia terbang yaakk ?!

Lirik punya lirik, ternyata makhluk itu terbang ke arah barat sebelah luar ruang tengah kami. Dan...., bener kan!? Sumber bau 'Rafflesia Arnoldi' tadi ada di situ.. 'bekas' cicak udah rest in peace di pojokan.

Dengan sedikit rasa agak2 aneh... rada wagu2 gak rela... malu bercampur geli2 & entah apalagi.. kami katakan juga : "Terimakasih ya, Lalat!" di dasar hati ^,^

KakakQ bilang --seperti berguman & lebih ditujukan pada dirinya sendiri-- "Ternyata qt harus belajar pada lalat, ya..."



^_^

Yaa... yaa.... Suatu hal pasti akan jadi 'dahsyat' jika dijalankan oleh ahlinya.... sesuai porsi.... sesuai profesinya... sesuai 'wewenang'nya... Dan kemudian, saksikanlah proses plus hasilnya yang luarbiasa menakjubkan !

Coba nyuruh ayam buat nemuin bau plus 'sumber permasalahannya', pasti deh ga' kelar2, wong dia nggak 'berkompeten' di bidangnya... si ayam nggak ngerti lagi. Bisa sih bisa, namanya juga makhluk serba bisa alias termasuk (pe)makan segala.. nasi (bekas), sayur basi, kue, bekatul, jagung, cacing, serangga, kerikil, bahkan karet gelang buat ngikat es lilin ato gula pasir 1 kiloan yg di beli di pasar --kayak ayam2 kampung yg dipiara dit4ku :p -- pun ditelen. Tapi... apa dia yg bakal datang nomor satu nemuin itu bangke? Apa masih dia yg pertama bakal nge-bauin bau ga' sedap itu? Sepertinya, enggak banget deh... ^_^

Hanya mengendus2 bau tak sedap, nggak bakal ngebuat bau itu mak "CLinggg!" lenyap. Apalagi, hanya mengira2 dimana letak bangke alias permasalahan... wiyyy... tambah kagak2 lagi deh mbikin bau itu menguap ! Jadi, emang kudu dibauin - ditemuin - dibuang plus dibersihin - yang semua dilakuin dengan pas ato ma ahlinya.

Hehehee... mangkanya, setelah itu 'sumber' ketemu, kakakQ langsung ngebuangnya juauhhh.... juauuhhh... juuuauuhhhh buangetttiii.. . !Yep! Biar ga bau lagi ! Trus, nggak lupa tempat bekas 'something' tadi dibersihin biar kagak nyisain 'residu2' bangke ples bau dumz ...

Huahhh h h . . . . . Feewwhh h h h h h . . .

"Kemarin", bener2 hari yang "melelahkan"... tapi ... gpp lah... qt2 kan jadi bisa "berpikir" skaligus "belajar" ^@^

& now...
Meski aq beneran ngrasa "ihh jijik, iyyhh!" ma binatang satu ini...
Binatang yg 'merusak - menghancurkan' sesuatu tanpa disadari...
Yg 'membunuh' sesuatu yg segar hingga mati (lalat buah yg ngebusukin buah misalnya)
Binatang yg 'menyedot' soul yg ada didalamnya.. seperti sebentuk soul 'kehidupan' pada makanan, air - minuman...
dan masih - masih - masih - banyak lagi...
Fair saja --dalam masalahku diatas tadi-- aq tanpa ngrasa aneh ato malu2 wagu ajaib lagi, ku bilang dengan setulus hati :

" Makasih ya, lalat! " ^_^

Thursday, December 14, 2006

KEBRUNTUNGAN dalam KEBRUNTUNGAN

Pernah nggak sih qt ngeluh ato menggerutu kalo qt tuh orang yg paling apes sedunia? Ngrasa nggak beruntung? Pokokna sial kuadrat pangkat sejuta !

Heuheuheuu.. pasti deh pernah (ato seriiing hayooo...???) O'oo.... aq sendiri juga pernah gitu koq, my dear... ^,^

Inget critaku di artikel lain blog ini, hari dimana aq dikejar2 copet & dihari itu juga ternyata kuliyah yg kuduna ngumpulin tugas ditangguhin? Ending critanya, seminggu kmudian aq dapet nilai A+ coz di'jeda' waktu itu aq berkesempatan buat nge-perfect-in tugas tadi (meski ditebus WAKTU, nge-print2 dgn tinta warna-warni... kertas khusus buat ngeprint warna.. hikss.. Duit 'mahasiswa' gitu loh... ;'@ )

^_^ happy ending! (tapi aq tetep ga bakalan ngucapin : "Makasih banyak, ya!" buat para copet itu!)

" ...Beruntung dalam sebuah keberuntungan... Waktu dengan kebijaksanaannya... "


^_^

Mirip dgn kisah tadi, tapi sedikit beda.
Siang menjelang sore itu, aq jalan2 dgn ponakanku (kata orang2, qt sering dibilang kakak adek, malah dibilang kembar.. ghubrakkk!) di sebuah mini market deket rumah. Iseng2 qt ber2 masuk di konter sepatu. Beneran ketika itu I need (not want!) sepatu yg rada nyante. & kebetulan aq bukan tipe makhluk yg 'Brand minded'... so.. cuek2 aja ma merk2 septu di hadapanku.

Wuihhhhh...! Mataku tiba2 melihat 'makhluk' cantik yg sporty itu! Aq nggak berkedip! Asli! Dandanan-penampilannya bener2 simpel, keren, asyik, nggak murahan, bener2 deh punya kepribadian! Balutan warna kulit coklatnya itu .. umm... ! Ponakanku pun menggumankan hal yg sama juga ketika melihatnya.

Youp! sepatu sporty coklat dgn tali warna putih itu, nangkring di rak dgn cahaya keanggunan yg menakjubkan. 'Kombinasi' yg indah! (Santaii..santaiii... ga da sinar dari arah atas ke bawah yg menyoroti itu spatu mak " Tringgg...." kayak di pilem2 koq ! ;p )

Uaaaaahhhh!!! Benar2 tergoda buat memilikinya! Pengen bangetti ngebeli! Mana hargapun kejangkau banget! Murahhh bowk! Jarang2 da barang bagus & murah kayak gini.

Tapi.. duhh..dilema niyhh... bulan ini dah keluar duit banyak, benerin motor... ganti ban luar... keperluan bulanan.... duit dipinjem2 & blom 'cair2'.. (whuikikikk..! ^@^ ), blah..blahh... bluahhh... Hikkkss! Pokokmen nasib yg bener2 mengenaskan di tanggal muda...

Ponakanku menyemangati aq buat bli itu sepatu (bener2 ga bisa dibeda'in siapa yg mo bli & mana yg kagak ^,^ ) .. .Tapi.. ummm... enggak deh.... (kaget ya?). Aq punya pemikiran lain. Saat, aq meletakkan kembali itu sepasang sepatu di rak (padahal dah dicobain dgn segenap jiwa raga.. hikss..), kubilang sama ponakanku :
" De', saat ini aq ga beli.. Ada prioritas yg bener2 prioritas sih.. (nyengir sedih). Tapi, besok.. Inget2 ya, kalo ini spatu emang buat aq, dia pasti masih disini, & insya 4JJ1 tak beli (beneran senyum). Kalo' nggak.. hikss.. ya dadah! Tapi besok pasti dpt ganti yg lebih baik koq!"

Qt be2 senyum. Ponakan cantikku itu paham apa maksudku (smart girl!)

3 bln kemudian dari kejadian itu, sepulang dari kantor menuju rumah, aq niat buat balik ke mini market tadi. Sendiri. Sama2 sperti 90 hari yll.. --tanggal muda-- tapi di hari itu aq barusan dpt --alhamdulillah-- rejeki tambahan dr ke-2 orang mbakku coz nge-bantuin kerjaannya

Dan...
'Si cantik' itu masih tetap ada di sana, seperti si 'upik abu' Cinderella macho (kan spatunya sporty.. inget?!). Bedebu dikit memang.. tapi, it doesn't matter! Aq tau inner beauty-nya koq ! Hehee..

Kemudian --setibanya dirumah-- Qtunjukkan spatu itu ke ponakanku. Dia tersenyum, takjub. Dan dia mengulangi kata2ku 3 bln yll..

Tarara...! Happy - Happy - Happy ending !!

Pernah juga kejadian, kalo' ga salah inget sekitar tahun 1987-an. AyahQ ketika itu mo pergi keluar kota. Pesen travel di tempat A, eh.. penuh. Pesen di tempat B, katanya baru aja travel yg dimaksud dah brangkat. Pesen di travel langganan,udah keduluan keboking orang, gara2nya 'hanya' beliau kalah cepet ga' nelpon 1 menit sblomya. Padahal ada DL & rapat penting. Akhirnya, AyahQ milih pergi dengan travel langganan ke tujuan yg dimaksud pada jam brangkat berikutnya.

Subhanallah! Ketika diperjalanan --di daerah sebelum Ambarrawa-- beliau menyaksikan travel langganan yg semula di pengenin beliau itu terguling masuk di sawah yg cukup curam & dalam! Keadaan mobil itupun cukup parahh!!

Jika 1 menit sebelumnya beliau jadi boking itu travel... Alhamdulillah... 4JJ1 masih melindung beliau & kami semua.

^_^

Jadi... kesimpulannya.... "Wheewwhh... !!"
Ngerti dumz apa kamsudnya... Youp!! " Itu !" -->terjemahin sendiri<--

"Bingkai di dalam bingkai" Di dunia jurnalistik, di koran2, pada sebuah artikel ato berita, kadang ada gambar (kecil) di dalam gambar... 'inzet' istilahnya kalo' ga salah (please, dikoreksi kalo' salah).. Seolah menerangkan kalo' ada tingkat penjelasan yg lebih dalam di satu 'ucapan' yg 'dilontarkan'. Qt kadangkala ngrasa kalo keberuntungan itu datang disaat itu juga --detik dimana kita ngrasa beruntung, seketika itu juga-- Tapi, dikali lain, qt bakal nyadari kalo qt itu beruntung setelah menjalani (proses) waktu.. ketika pikiran mulai mengendap.. emosi kembali tersusun rapi.. kadang itupun juga setelah qt dapat comparison-reason, yang... yahh.. kadang ga' "nampar & nggampar" sih.. hanya pembanding tadi menggamit qt di tempat yg begitu tepat ... ^_^

... Pernah merasakan hal seperti itu ?? Kalau masih saja nggak ingat.. Coba deh... tengok dikotak2 hati kamu.. pasti ada & pasti ketemu... Karena kotak2 berikut isinya yg begitu ajaib indahnya itu bukan untuk ditinggal disimpan...

Aq jadi inget, orang yg paling beruntung & bahagia itu adalah manusiya2 yg bisa menyadari kalo' dirinya itu beruntung + bersyukur.... & sebaliknya, makhluk2 yg ga pernah beruntung adalah jiwa2 penuh keberuntungan yang NGGAK PERNAH SADAR bahwa dirinya (memiliki) keberuntungan2 itu dalam hidupnya.

Fieewwhhh... Trus.... Ending-nyahh ????
Mari mBikin Happy ending yg ber-Ending Happy !!

Wednesday, December 13, 2006

"Bang-jo"-nya Traffic Light

persembahan bagi mereka para pemakai jalan(an) - pengguna kendaraan --apapun itu--


Jujur, gimana sih perasan qt saat ngadepin traffic light?

Gak peduli itu pengendara 'gerobak' (seringnya digunain ma orang2 yg nggak mau ngaku kalo' dirinya naek boil, & kadang kalo' penggunaan kata ini nggak ati2, artinya ga pas sama orang yg dihadapin bisa terjadi 'miss understanding', mau coba? ), naek motor, bus, sepeda, etc... gimana sih perasaan ato pikiran yg ada ketika itu?

Kalo' nyala merah , jelas qt pada berhenti. Ijo apalagi, pasti deh langsung pada balapan ngabur. Tapi.... giliran pas warna kuning ????

Berani dicubit ! Kebanyakan dari qt (terutama yg hidup di negeri ini) PASTI ngartiin warna kuning itu :
ceppeettTT ! ! ! ! Keburu merraaahh h h H H H H H ! ! ! !

Duu...duu...duuu...duuuuu..... (pura2 ga' liiiyyaaattt.. pura2 ga' tauuukkk... pura2 ga' dengerrr ahh...) ;D XD ;)) Warna kuningnya Bang - Jo bagi aq punya arti sendiri. Aq nggak tau kalo orang lain, tapi... mungkin.. mungkinnn.. --sekali lagi mungkin, lhooo...-- ini hanya dalam pikiranku aja.

Lampu No. urut '2' -- dari bawah ato atas sama aja -- itu kurasa mirip banget sama 'wilayah abu2'. Warna Kuning yg tergolong dlm warna panas di mata kuliyah Nirmana (Desain Elementer kalo' sekarang) itu pada pelaksanaannya di lapangan.. eh, dijalan(an) emang bikin kringetan.

"Si Transisi", benernya sih mulia banget hatinya. Dia yg pada awal kelahirannya dirancang khusus - dipersiapkan untuk selalu mengatakan pada orang2 : "berhati-hatilah" --tanpa pandang bulu-- seolah udah nggak lagi sesuai spek-nya.

Dia seperti jam pasir, memberikan jeda peluang bagi siapa saja untuk terus ngebut, ngerem mendadak, ato tertegun2 - seperti otak tersedak mendadak saat memutuskan harus bertindak 'apa?'.

Benderang kuning yang berganti tiap beberapa detik itu, entah kenapa jarang sekali diekspose. Berita yg kebanyakan hanya berceloteh tentang nyala merah ato hijau. Cerita2, cerpen atau sejenisnya nggak pernah heboh mencantunkan kata "lampu kuning". Se'anak tiri' itukah traffic light warna kuning itu? Tak sedramatis(ir)kah binar kuning itu dibanding saudara2nya, Si Merah & Si Hijau? Seperti dalam (kebanyakan) keluarga, kadang --sekali lagi kadang-- anak pertama & terakhirlah yang akan 'terlihat' daripada anak yang dilahirkan di posisi tengah2.

Saat ada 'waktu' untuk terlintas dibenak, dimampatkan disebelah manakah si kuning? Atau kemana lenyapnya warna kuning itu? Menghablur?

Sekali2, perhatiin deh orang2 disekeliling gimana mereka merespon warna lampu yang hampir nggak pernah disebut2 dlm singkatan: "Bang" (Abang = merah dlm bahasa Jawa) & "Jo" (Ijo = hijau).

--untuk kadar tertentu-- nyala warna kuning ini emang nggak cocok untuk para 'penderita gangguan' : suka bingung, susah bikin keputusan & cinta (ke)panik(an). . Kalo si kuning ini dihadapkan dgn orang2 seperti itu, biasanya si orang tadi akan bereaksi untuk (keliatan) ragu2. Ragu untuk terus menerjang traffic light atau memperlambat laju kendaraannya untuk berhenti (smoga nggak ada kendaraan lain yg ngebut di belakangnya... Amin)

Tapi pada takaran tertentu, nyala kuning akan membuat reaksi yg sebaliknya : reaksi yg berlebih. Orang yg terjangkit penyakit ini bakal ke"Pede"an buat mbikin 'judgment' sepihak. Sekonyong2 yakin kalau dia bakal baik2 aja kalo' terus melaju. Oh My dear, berdo'alah dgn sangat...semoga ga' ada sesama pengendara yg berpikir 'mirip' pengendara yg otaknya dipenuhi warna kuning tadi --yang 'ruh'nya kini di sayap jalan giliran lajur lampu ijo--

" .......... "

Fiewwhhhh...
Karena, seringkali 'skenario' itu nggak cuma 'satu (jenis) script' kan? ^_^



Beda kasus kalo' lampu kuning dihadapkan ke orang jail. Aq punya kenalan yg --ngakunya-- hanya nge-Test kewaspadaan orang didepannya kalo pas berhenti di perempatan lampu merah. Katanya, dia bisa mengklasifikasikan type manusiya yg da didepannya itu doyan 'ngilang' alias ngelamun or emang seenaknya (ato malah refleknya terlalu super duper canggih yak? Ga' tau' !). Kenalanku bakalan nge-klakson pendek & tiba2 ketika lampu nyala kuning bbrp saat. Pasti orang yg lagi 'nggak nginjek bumi' bakalan kaget & nge-gas kendaraannya buat jalan. Kalo' orang yg waspada, bakalan mastiin warna bangjonya apa beneran dah nyala merah. Tapi kalo' kenalanku tadi lagi apes, bakalan ditoleh & dipelototin pengendara di depannya, ato malah kemudian dia bakal di-geber-in kendaraan. Hakkhakkhakk... syukurinnn!!! Mangkanya... jalanan koq buat guyonan! Jadi sodara2, karena itu ajaran sesat, jangan ditiru yak! ;D

Lalu, bagaimana kalau bangjonya pakai lampu kuning yang kelap-kelip saat mau menuju nyala merah.. Pernah perhatiinkah? Selama pengamatanku, ternyata lampu kuning kelap2ip ini dampaknya lebih positif ke pengguna jalan dibanding kalo' lampu kuning yg 'statis', coz lampu ini krasa lebih idup rasanya (Ya' iyalah... wong nyala kuning! Duhh!)

Bagi aq pribadi, lampu seperti ini kerasa lebih welcome. Dia bener2 mengatakan "Haloo, saudaraku... hati2 ya... " Seolah, sekelebat tatapan ramah & sebentuk senyum hangat ada disana. Si Kuning benar2 menjalankan tugasnya dgn teramat sangat bijaksana. Kalo' dah gitu, tergantung si pemakek jalannya dumz.. ya ga?

Tapi sayang, lampu kuning kedap2dip ini nggak semuanya menjagai jalanan di kotaku : Jogja. Ga tau kalo kota lain... (Haluu....!! 'Pa di kota kalian lampu bangjonya pas kuning dah kedap2ip semuwa????)

Suatu ketika, aq pernah tanya sama sorang polisi LALIN (PRITTTttt !!! ehee... -- ketangkep !-- gara2nya ngikutin manusia2 didepanku yg jalan terus.. ehh.. apesnya CUMA AQ lagi yg kena... depan2ku nggak tuh.. pada dibiarin... Sial ga?! Bletakkk !!! Meski dah protes.. teteup kekeuh aq disalahin --> emang loe salah Ntan, ga sah protes ahh.. <-- iya sih... tapi, depan2 aq apa ga salah juga?!! Wueeee' !! Pliss duehh!!) Kutanya si 'pencegat' aq tadi --> iseng banget :p <-- Yah.. itung2 nambahin data di "S-W-O-T" biar nemuin P(ositioning) D(ifferensiasi) B(rand) -- Alahh!! Ghublakkk !!!--

Tanyaku :
"Pak, itu lampu kuning koq ga' kethap-kethip pas mo merah knapa yak? Beda banget kalo' qt di prapatan Wirobrajan misalnya. Semua bangjo di Jogja digituin lah. Lampu kuning statis gitu bikin deg2an.. Rasanya tuh : iyaa ya iyaaaa..., enggak ya enggakkk..." ( salah yak ngomong gini? Whuikikikk.... :p ) --> pura2 jd bego.. jgn2 aq-nya yg emang bego... Whawhawhaaa.. gpp deh.. yg penting DAPAT 'testimoni' ;))

Trus, yg ngejawab malah Bp Polisi satunya yg nampak lebih tua & lebih wibawa :
" Ya iya mbakk... pengennya... (senyum). Lampu kuning statis gitu kan lampu kuno (senyum lagi). Tapi ya itu mbak, butuh banyak waktu & biaya untuk mengganti semua traffic light seperti itu di seluruh Jogja (lagi2 senyum). Bisa ngebayangin kan berapa banyak biji bangjo? (senyum2 lagi) belum lagi nanti yg nggali2 tanah...(lagi2 tersenyum lagi..) " --> aq jd pengen garuk2 kepala yg ga' gatel <-- ... Whuawww... bener2 bapak Polisi yg murah senyummmm... whuuaawww... takkjubbbb... whhuuaaww.. terpukauuu.. whawww... jadi bingung... whawwww.. koq, jadi demikian.. alahh! Mulai lagi! ^@^

Gitu deh critanyaa....
So, teman2... btw sekarang..... traffic light --terutama lampu Kuning 'statis'-- itu... enaknya.... diapain - dibagaimanain atau.. malah dikemanain yak?

Trus..., qt mo jadi yg : (ke)"pede"(an)?... si ragu2? .... si "nginjek bumi" ..... atauuuu.... ????

HAYYyyoooo o o o ? ? ? ? ! ! ! !

Saturday, December 02, 2006

Tesss.. & kringet pun menetes, hiksss...

Kalo (ter)ingat... rasanya sedih-sedih, geli, seneng, takut, marah, sebel, "wagu", aneh-anehhh gimanaaa gituuu...

Duluuu dimasa lalu, diriku dah ngerjain Deadline - DL tugas kuliyah : "Diskom 2".. Beneran kita fight mati2an, pokokmen perang abis2an deh.. (kalo di film2 kartun Jepang niy, aq dah pakek iket kepala warna putih, trus orang2 disekeliling pada menari2 kayak cheerleaders buat kasih support, ato mereka pada mukul genderang & mengoyang2kan 'icik2' ;p )

Nggak tidur, makan ga teratur, ga mandi (upss... ), kamar kayak kapal pecah, wajah kusem, kertas2 tugas ukuran A3 - pensil berbagai ukuran tebal - setip alias penghapus - kuas - cat air - pensil warna - lakban hitam - double tape ples kertas "klethek"-annya (au' bhs Indonesianya apa'an) - bejibun kertas bekas ngePrint - pada berserakan ria menebar dimana2... Yang terburuk, mata jadi susah buat melek ( butuh diganjel ! ), truss.. ada lingkaran guedhe item plus jadi mengantung di sekeliling mata (bukan bintitan lagi !) kayak Panda dari negeri Cina !!!

Huakakakkkk k k k k k ! ! ! ;D

Apalagi pas diajakin ngobrol jadi ga' nyahut2 alias lemotzzz coz loadingnya lama.... " Drrr... drrr.... drrr r r r t t t . . . ." kayak printer zaman baheula, makeknya pun kompi sblom zaman millenium ... wheeww!!

Singkatnya, aq berlari2 ke kampus biar ga telat, eh.. malah tumben2nya colt ompreng kayak "kompor minyak" jurusan Jogja - Jakal itu luamaaa buanget-ti munculnya. Saat naik itu kompor pun, kendaraan ajaib yg biasanya ngebut zig-zag dijalanan tsb koq ya nyante2 pisan jalannya... gontai gitu, bikin ga sabar! Dah gitu, masih kudu berjuang naik angkot lagi, ganti bus kota jalur 12..., poinkk k k ! !

Waktu benar2 ikut andil mendramatisir suasana ketika itu,.... ujung kerudung melambai - lambai... daun2 kering pada jatuh berguguran ketiup angin... whesszz z z . . . . slow motion ( Halah! Lagi2 komik - film kartun Jepang !!! :D )

"Horee... bus datang !!"
... Tapi.. Ampun dueehh !! Penuh sesuaakkkkk, bergelantungan, nggak nguatinnnnn !!

Kepaksa itu bis di"Rela"in lewat deh... hikss.. (nyawaku cuma atu!). Naa, syukurnya bus berikut cepet datang.. mbikin wajah jadi sedikit sumringah. Fewwhh h . . . ^_^

Ambil duduk di bagian agak blakang, maksudnya sih biar nanti enak keluarnya. . but, koq perasaan tiba2 kagak enak yaa... ? what's up?!

Aq mulai merhatiin sekeliling, coba menetralisir perasaan, tapi deg2annya malah jadi tambah gedhe.

"Klingg!" Aq beradu mata dgn 2 orang yg aq ngrasa agak 'familiar', I mean, pernah liat di somewhere gitu, tapi aq nggak bisa nginget tepatnya apa'an.

Tiba2 salah seorangnya tersenyum aneh padaku (Hegghh!) & kmudian mengucapkan sesuatu ke kawan2nya dgn bahasa yg aq ga ngerti plus aneh, tapi aq yakin itu bahasa 'isyarat' mereka.

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7.. semuanya berjumlah 7 orang, mereka saling kenal ... dan 7-7-nya kemudian menatap kearahku "Jhlebb b b b !!" kayak anak panah.

"Plakk k k !!" Aku seperti ditampar & tersadar tiba2 ... krn yg ada dihatiku kini rasa ngeri - horror thok! Gimana nggak, lha bus yg lumayan sepi itu, ternyata 3/4 -na isi copet semua, sodara2 !!!!!!!!

GHUBRRAAKK k k k k ! ! ! ! !
Hikkssssss s s s s s s s . . . .

Tanganku mulai kringetan. Dan bener kan, para copetpun mulai beraksi. Ketika itu, mreka 'ngrubungin' mbak2 berkerudung saat mau turun lewat pintu depan, terang2an gitu. Masya Allah !! Pak Sopir & keneknya ga bisa berbuat apa2, mereka hanya keliatan marah, jengkel, sedih nyampur jadi satu & pasti misuh2 dalam ati.

Saat copet mulai bergerak ke arahku, aq langsung neriakin kondekturnya : " Kiri Pak!! Kiri i i ! ! ! KIRI I I I i i ! ! ! !

Bus mulai melambat berhenti, tapi masih dapat dikatakan cukup cepat juga lajunya. Grombolan copet itu tambah dekat ke arahku. Aq nggak tahan lagi, so... aku ngloncat dari bus! Ga' kupeduliin teriakan kaget mas2 kondekturnya. Bodo' amat !!

Stelah loncat, aq sempat ngelihat sisi kaca jendela sbelah blakang bus. Nampak si mas kondektur itu entah kenapa terlihat lega. Apa karena aq ga jadi dicopet ato krn aq cukup 'gila' buat nglompat plus ga' papa... ato both of them? Aq nggak ngerti pastinya apaan.

Cukup logis kupikir kalo aq ga' jalan cepet2, takut gerombolan copet tadi turun & ngejar aq krn t4 turunku ini nggak strategis, persis deket prapatan/bangjo Jetis. Lagian, aq masih bisa liat mereka menatapku, dimana aq bisa ngeliat balik si kondektur tadi dari kaca blakang bus yg sama. Alhamdulillah, manusia2 itu ga' mengejarku (manusia?! Emang masih pantes disebut manusia?!!)

Beberapa lama aq nungguin Colt kuning "Kobutri" jalur 17 sebagai ganti bis jalur 12 tadi alias transport alternatif untuk mengirim diriku ke tujuan. Dan, syukurlah.. dpt tempat duduk yg cukup lapang. Meski demikian, hal melagakan itu masih saja membuat aq tetap sibuk untuk mengatur nafas, tarikan nafas yang satu.. satu... satu...

Hasilnya, bbrp penumpang menatapku... Ahhh, peduli amat!

Persis di depan gang Puntodewo aq turun dari si kuning. Sekitar 10 meter masih kudu jalan buat nyampe kampus. Aq langsung ke Perpus, dimana temenku si 'Tomat' alias 'Teko Ajaib' (kayaknya krn saking mungil & sebab usilnya), makhluk yg sebenarnya bernama Yuni (kecil) ini nunggu. Youp, kita emang janjian buat ngumpul tugas hari itu.

" Teh, kamu knapa-e?" tanya si Coklat, sebutan lain dari si Tomat. & oh ya, aq emang biasa dipanggil tmn2 seangkatan dgn sebutan "Teteh", yg menurut mereka sebutan itu untuk menyamankan-menyamarkan & 'menghaluskan' panggilan berdasar strata usia (kalee').

" Eh? Hah?! Ga' papa.. knapa emangnya, Yun? " aq balik tanya.

" Wajahmu puceeeet..... banget! " Pas ngomong gini, anak ini ekspresinya : " luarrr... biasa! " ;'D

" He'eh.... hee... ", aq mengiyakan & nyengir sekenanya. Masih dgn sisa2 gemetar + rasa deg2an yg mulai agak reda, akhirnya aq cerita keajadian yg aq lakonin hari itu ke mereka (coz, entah kenapa kmudian ga cuma Yuni yg ada disana)

Si Teko Ajaib & "temen2 baru" yg ikutan nimbrung dengerin pada ikutan shock (makasih... makasih buat perhatiannya, jadi terharuuu... ^_^ ). Aq menggaruk kepalaku yg sama sekali ga' gatel & tertutup kerudung - ga' tau' - pokoknya reflek aja.

" Piye? tugasnya dah dikumpulin ? Dosennya dah datang blom ? Diruang mana ehh?? " tanyaku kemudian ke anak2, keliatan banget kalo tiba2 tersadar dari 'jetlag'. Tujuanku ke kampus hari ini kan buat ngumpulin tugas Deskom 2.

Anak2 pada saling pandang, trus nyengir pait... 'Hawa' koq jadi kagak enak gini, yakkk.... ??

" ???? "

" Benernya ... aq mo nyuruh kamu balik Teh, tapi enggak tega liat kamu ... " kata Yuni.

" Loh?! Koqq q ??!! "
... Whuadhuhh... perasaanku jadi tambah ngga' enakk k k . . .

" Kuliyahnya kosong Tehhh... "

( Bletakkkkkk k k k k k k ! ! ! )

" Trus..., yg ngumpulinnya minggu depan... "

( Nginngg g g g . . . . . . Ghubrakk k k k k k k ! ! ! )

Sunday, October 29, 2006

THR VS "THR"

^_^

+_+

seneng...
sedih...
bahagia..
takutt...

fewhhh...

TV remote hitam yg udah agak buduk ini nggak henti2nya aq pencetin keypad-nya. "Nutt..nutt..nuttt.." Seringnya, kalo dah mencet tombol No. 4, tayangan di layar TV di rumahku itu nggak berubah seketika. Hihh..! coz itu keypad mang dah rada soak keknya, alias ga pakem buat dipencet.

Buzzz !! Khusus No. 4 ini, mesti deh mencetnya kudu lemah lembut agar channelnya mau berganti...

'Ting - Tonggg ! 'Masih suasana lebaran, semua media still nggak henti2nya menulis or mengucapkan : " Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1427 H " "Taqabalallahu Minna Wa Minkum, mohon maaf lahir bathin", termasuk hari itu di TVku.

Aq tersenyum dalam hati.. bahagia yang nggak terkira, sekaligus disaat yang bersamaan itu juga ngrasain sedih yang datang entah dari mana.

Heeggghhhhhh.... lebaran taun ini lewat sudah.. "Plass.." nggak krasa.

Seneng krn alhamdulillah taun ini masih bisa 'nemuin-menangin' Lebaran bersama orang2 deket & yg aq sayangin. Sedih krn koq rasanya taun ini aq nggak ngapa2in.. Masihkah taun depan bisa kayak gini & lebih (baik) lagi ?

Lebaran, kata itu seperti sebuah headline indah yang akan dibuntuti oleh sub headline ato body copy, seperti istilah-kata : tuslah, mudik, operasi ketupat, opor, baju baru, etc.

THR -- Tunjangan Hari Raya --, nggak mau kalah juga ngebuntutin si headline tadi. & didunia kerja yg penuh terisi sampek luber2 oleh para 'aktivis' pekerja, THR benar2 jadi lagu indah, seindah jika nyebut tanggal 1 atau tanggal muda yg menduduki ranking puncak dalam 'daftar pendapatan & belanja'.

Heheeheeeh... emang bener2 endah! Apalagi kalo 'subsidi' tadi terasa ada 'sisa' buat menuhin kebutuhan.. Wuuuihh h h h h . . . ! !

Tapi, jangan salah! 'THR' yg lain juga semangat banget mencegat buat mengepung kita. Yakin deh kita semuwa ga bisa lolos! Youp! Turahan (Baca = sisa) Hari Raya !! Dari yg namanya sisa remah2 kue-penganan, sisa minuman yg mengandung zat berwarna-warni tinggi alias sirup, berkantung2 kulit kacang & 'koro' (thx God! bukan kwaci biji labu warna hitam yg uuaasssiiinnnn itu, huakakakaaa!), cucian piring-peralatan dapur-etc, dann.. sampailah pada hal terakhir yang bikinnnnnn nyesek kalo tersadar : BALIK KE RUTINITAS - GAWE (hayoo... tull ga? Rasanya, yg ada cuma kayak ungkapan : ' I hate Monday !' gitu kan..)

Ya...ya... itu lumrah koq, manusiawi. Aq juga ngrasain 'jetlag' yg sama.. ga muna ;p Apalagi kalo liburnya dikasih mefet bin dikit ama boss.. trus dah 'digadang2' ma Deadline yg bejibun 'plus-plus' (= plus ga jelas, plus ga da bahan-materi-data, plus kudu ngerjain dr awal lagi, plus wait & see, akhirnya : plus ga kelar2). Intinya, semua 'keindahan hidup' itu terangkum secara 'menakjubkan' didalamya. Whawhawhahaha a a a . . . Selamat !!

Kalo boleh milih antara jamu yg paitnya minta ampyun dgn hal diatas tadi, pasti aq kekeuh milih gula (lho?!). Becanda dhenggg !

^_^
Yah, balik lagi ke 'mantra' semula deh : suka ga suka, qt 'disodori' buat ngejalanin itu & qt dipaksa buat mengakui kalau qt nggak bisa menghentikannya.. Coz waktu jalan terus..hanya bisa ditunda, tapi sebenarnya bukan waktu itu sendiri yg tertunda, tapi ahoyy!! Sisi yang lain my dear !

Artinya : Every - single - day, 'komponen' dari pait nggaknya 'sebentuk' perasaan-pikiran tadi disebabkan karena qt juga (qt ?! Loe kaleee'...!) dia & mereka, juga bermacam benda - beraneka ragam 'things'

"... (Efek) Bola Salju yang Terus Menggelinding ... "

Kalo direnungkan lebih jauh, kaitannya dengan semua 'curhat' tadi tentunya, ternyata KARENA kita 'mengawali' bola salju ataupun 'menerima' bola salju ( Hey! menerima bola salju nggak sama dengan menangkap bola salju! ). Dan, baik 'menggelindingkannya' maupun 'menerimanya' itu nggak cuma 1 banyak... 2 banyak... 3 banyak... tapi teramat banyak! Nggak cuma 1 X... 2 X... 3 X tapi berkali2! (lagi2 inget, menggelindingkan bola salju nggak sama ma melempar bola salju, my dear... CPPROOoo o o t t t !! )

"... Banyak bola salju disekeliling qt & banyak pula 'material' yg ada didalamnya ..."

Salah satu cara bijaksana & jitu buat menangkis bola salju yg bikin ga nyaman itu tentu dgn. : Kita yg sebenar2nya ( nggak sekedar kata, tapi bermakna asli : aq - kamu - dia - mereka ) berusaha melakukan apapun dengan sebaik2nya, biar nggak berimbas sama hal lain.

Mmmm... So simple - sederhana. It sounds so nice. Tapi kenyataannya, seringkali sesuatu yang NGGAK RUMIT & SINGLE MESSAGE itu teramat susah & beratnya : buat disampaikan ples dikerjakan... & di eksekusi final alyas diselesaikan.

.. Mmhhh... atooo... masihkah saja qt milih kena efek samping bola salju ? Ato malah ada yg mikir gini : Ga papa deh, kan kena ciprat2 dikit, biar idup tambah seru, yah seru2an dikit gitu.. Atauu... what ?? Ada pendapat laen ??? Hehehheee... Terserah deh... pilihan teteup ada di diri sendiri alias masing2 person koq.

Hanya saja :
Heeeiiiiyyyy!! Kelempar & kegilas gelindingan bola salju itu nggak enak lho !
& THAT - IS - NOT - FUNNY !!

........... "Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1427 H" ...........
Mohon maaf lahir & batin

^_^

Monday, October 09, 2006

Berlari.. berlarilah kencang !!!!

Dia tampak berusaha mengambil jarak aman & waktu yang tepat. Sesekali menoleh ke kanan & kekiri, mengawasi hilir mudik kendaraan yang lalu lalang. Tapi, kendaraan yg ada tak sedikitpun menggubris keberadaannya. Dia pun makin tegang.

Di Bangjo MM - UGM itu, sehabis tarawih, kami bertiga di atas motor masing2, - aq, Ippeyh & Fit yg berboncengan - mulai 'gegap gempita' sendiri2 menyaksikan makhluk itu.

"Jangan! Jangan lakukan! Jangan menyeberang!"

Malam masih 'hijau', arloji menunjuk pukul 20.10. Bulan yg membulat karena purnama & anginpun menusuk tulang. Menggigil !!
Dia beringsut dari tempat semula, melangkah satu2, sesekali mundur & melangkah lagi : ragu2.
" Aduh h h ... kasian banget... " Fit 'mengeluh'.
"Jangan Menyeberang !!! " Ipeyh menimpali.

Bangjo sebelah Utara, berganti lampu merah lagi & kendaraan2 yg ada disana mulai berhenti. Ganti Bangjo sebelah Barat, berdetak ke lampu hijau. Mobil & sepeda2 motor 'protholan' berebut melaju dijalanan, ke arah "Selokan Mataram" atau ke arah Jakal "Graha Sabha"-"Purna Budaya".

Sebuah speda motor berpengemudi helm "Cidhuk" lewat dgn kecepatan tinggi bergaya pembalap amatiran mendahului pengendara lain.

Tiba2....
Makhluk itu meloncat dari trotoar !! Dia menerjang dinginnya malam kearah Pos Polisi di prapatan UGM itu. Dia terus saja berlari.. berlari... & berlari kencang !!!

Kami ber-3 menahan nafas, seolah waktu berhenti berputar. Kalaupun toh waktu berputar, sepertinya kami melihat tayangan ulang di televisi dalam slow motion, frame demi frame bergantian.

Pengendara motor itu tersentak sesaat. Tapi seolah nggak peduli.
Dia tetap melaju kencang, menandingi kecepatan si pengendara motor itu, pun pengendara2 kendaraan lain. Sepertinya tak ada lagi keraguan saat seperti masih di trotoar. Akhirnya, dia sampai diseberang jalan untuk kemudian menghilang di kegelapan Hutan UGM dekat pos jaga polisi itu.

Aq - Ipeyh - Fit lega saat menatap dia selamat hingga 'tujuan'.

Ya, kucing warna putih bersih dengan sedikit belang coklat muda tersebut, akhirnya bisa menyeberangi jalan... syukurlah... Entah kenapa, sepertinya kucing itu punya magnet. Kami tak bisa melepaskan pandangan begitu saja darinya. Karena dia begitu bersihnya seperti kucing rumahan, atau sebab karena dia ragu2 menyeberangi jalan ? Ataukah karena kucing itu bersikap waspada dengan sekeliling hingga menarik perhatian kami ber-3 ? Kami nggak ngerti. Kucing tetaplah seekor kucing.

& tiba2, kami bertiga menyadari jika kucing putih coklat tadi, telah begitu saja menjadi bagian dari ingatan kami.

Thursday, October 05, 2006

Kinara Kinari, ... what should I say ?

Beberapa tahun yll, pertama kali denger kata itu pas aq masuk kelas "Sejarah Seni Rupa Indonesia", saat pembahasan tentang Candi Prambanan, khususnya ttg Ragam Hias Prambanan atau Prambanan Motif.

Entah kenapa aq langsung duduk tegak saat si bapak dosen 'dandy' itu menyebut kata "Kinara - Kinari", makhluk mistis yang menghiasi Candi, selain Kalpataru (pohon khayangan yg tersusun dari bunga2 teratai dari bermacam hiasan), burung, kera, angsa, kijang, kelinci, dll, tentunya.

Lagi2, nggak tau kenapa, aq langsung teringat 2 ekor kura2ku dirumah (padahal asli, gambar yg ditunjukin si bapak dosen via LCD di layar tadi jauh dari bentuk kura2ku).


Aq nyengir2 sendiri, habisnya nama itu keknya cocok ma "mereka berdua". ( "mreka berdua"??! Huakakakak.. memanusiakan skale' yak?! Yah... begitulah kalo kita dah dekat dgn sesuatu benda atau apapun, nggak sadar bakal 'memanusiakan' deh. Ga percaya? coba aja ^_^ ).
Akhirnya, aq beneran ngasiy nama mereka dgn sebutan - panggilan Kinara-Kinari, meski dah tlat banget ngasiy namanya karena kura2 itu dah pada gedhe.
Kura2 Brazil warna ijo, satu jantan satu betina udah dipelihara sejak mreka imut kecil2 gitu sama my lovely sister. Wii.. luttuuuuu banget-ti! ^_^ Makhluk mung2il itu sukanya ngider ngelilingi aquarium bulet bening kayak aquariumnya di cerita Pinocchio.
Tiap pagi sblom kerja, mbakku ngasiy makan mreka & then dijemur diluar kamar biar sehat...(kayak bayi aja dijemur :p ) Abis itu bisa ditebak, mbakku pasti minta tolong ma siapa aja yg kbetulan stay dirumah buat ntar itu aquarium (beserta isinya pasti) dibalikin lagi dikamarnya. Si kembar kecil ini ga boleh airnya 'buthek' alias keruh sedikit aja. Ya.. yaa.. my Sist emang slalu berusaha ngejaga si kembar dgn sebaik2nya.
Namanya juga makhluk hidup, pasti deh ada tumbuh2nya.. gitu juga ama si kecil2 tadi. Heuheuheuu... mreka nyaris ga bisa dikeluarin dari aquarium buletnya saat airnya mo dikuras. Pasti deh nyangkut .. alias syusyeh buanget pas ngeluarin ato masukinnya lagi.. "Ngekk", tangan kejepit ;p
Alhasil, oneday, si mbak pesen aquarium kotak, ukuran : p = 100 cm - l = 40 cm t = 20 cm ... Santee.. aq ga bakal tanyain brapa luas & volumenya koq ;)) . Masalah pun klar, tapi engga bertahan lama. Si ex. mungil2 tadi keknya terlalu hiperaktip, mangkanya sering banget main sulap ma kita2... mak "cling" ngilang dari tempatnya. Whuadhuhh!! mreka pinter banget main petak umpet, ga tau' tuh blajar dari mana. So, satu rumah nyariin deehhh.... horee... horee.. hebooh h h . . . ;'D
Pengen tau gimana makhluk itu bisa melarikan diri? Ternyata, setelah diamati diem2 oleh kita, mreka itu saling 'tolong menolong'. Saat mreka main2 (kukatakan gitu aja deh.. abis kan ga tau lagi ngapain), yg satu berpijak pd yang lain buat keluar dari aquarium. Bravo! Pinterr!! Kalo gitu mah sampai kapanpun bakal mlarikan diri !!! ;'(
Aquarium aneh itu akhirnya ngga berhenti lama ...eh bertahan lama. Tingginya bisa dijangkau ma 2 ekor krucil itu sih, so... aquarium malang tadi di-off-kan, meski baru bbrapa hari jadi rumah si Brazil ijo .. alias dianggurin di gudang.
Bikin kolam ga mungkin coz ga da tempat.. klo maksain pun, sanitasi si ijo tadi perlu dipikirin... "Tweweww!". Puter & memuter otak sampek pegel, akhirnya mata tertuju ma sebuah tempat zaman baheula dari tanah liat, yg saat itu njogrok di deket gudang... Nah! Itu dia!
Dimulai deh kehidupan 2 makhluk itu di tempat baru. Dan emang bener, tempat yg cukup luas itu bikin mreka cepat gedhe & bener2 cukup gedhe! "Whawww!" ga nyangka! Waktu (ato tempat itu?) bener2 merubah mreka jadi ga bisa ditenteng kemana2 lagi kayak dulu.... Kudu ada tenaga ekstra buat ngejar mreka kalo lari "Tzinnnggg!" pas t4 mreka dikuras.. Walahhh !!! :']
... Dan mbakku pun pindah kerja ke Jakarta, ga mungkin 2 makhluk ijo itu turut serta, so aq yg kena jatah buat miara. Gpp, toh aq dgn kedua makhluk itu cukup dekat. Denger suara ato liat aq lewat pasti deh pada gubryakan, brusaha berenang mendekat. Gitu juga kalo liat bapak, Ibu ato adekku. Lucunya 2 makhluk ini, sampai akhirnya aq memanggil mreka Kinara - Kinari...
Ya! Aq suka nama itu ^_^


Tugas yg bejibun bener2 nguras tenaga & pikiran, apalagi dah semester terakhir.. KP di Jkt selama 2 bulan, mbikin laporannya plus disambi ngerjain TA... "Blupp p p p"
Tapi, Kinara - Kinari slalu saja ada menyapa dgn 'gubrakan'-nya yg khas buat aq ^_^ Kayak puteran film, kebayang saat gimana repotnya motret mreka. Dibantu temenku --> ngerjain tugas fotografi <-- kita pakek modelnya si Kinara - Kinari. Adhuhh.... keknya sih pendiem.. tapi.. kalo dah lari, jangan tanya!! Bikin kringetan segedhe jagung !! Kudu nyeting ulang dari awal lagi dehhh.. hikss.. ;'@
Sering dlm hati marah sama diri sendiri, aq ga bisa main + ngrawat mreka se-intens kayak dulu.. Apalagi ketika aq dah mulai kerja.. selalu deh "over dedicated" ma kerjaan (mow gimana lagi?).. Sedihnya.. Apalagi kalo' tau aq pulang.. pasti deh mreka nongol2in kepala.. kalo' dah gitu, ga bisa deh ngecuekin, endingnya nyamperin mreka bentar buat kasiy makan ato nguras t4nya aq lakuin.
Suatu malam sebalik dari kerja, aq shock banget. T4 yang biasa ada Kinara - Kinari kosong mlompong! Mreka ga ada!! Tanpa ganti baju & mlepas spatu aq nyari mreka. Kukatakan pada diri sendiri paling mreka main2 lagi kayak waktu kecil dulu. Kuambil senter, karena emang kebetulan keadaan agak gelap, tapi... entah knapa perasaanku nggak enak... Jangan2 ini kerjaan usil kucing liar yg suka main kerumah. Pernah memang di suatu malam aq ngeliat kucing besar warna gelap mengaduk2 tempat Kinara - Kinari. Nggak pernah aq marah sama kucing, tapi pas ngeliat kejadian itu aq cukup kasar ngusirnya, seperti ngusir kucing2 lain saat mulai berusaha membuka kandang "Kiko", tupaiku.
Aq mulai desperate & kemudian bertemu ibuku. Kutanya beliau dimana ke-2 kura2 itu.. dan.. :
"Tadi siang diberikan sama tukang yang suka bersih2, Ntan.. kasian.."
BLAARRRR R R r r r r r r ! ! ! ! !
Aq menggigil... Nggak percaya sama sekali!! Ini pasti gara2 aq kurang tidur krn "Rodi yg menggila" hingga mimpi buruk.. & ternyata ... yg terburuk adalah : INI BUKANLAH MIMPI !!
"Ke.. kenapa.. kenapaa ????!!!"

Seketika tulangku melolos, rasanya tertinggal entah dimana.

What should I say ?
Malam itu, saat kudapat jawaban yg tak memuaskan, aq ga' ngerti kudu ketawa, marah, sedih ato apa.

What should I sayy ??
Aq dah terbiasa dgn Kinara - Kinari, keberadaannya... ato ngasiy makan pakek pelet ato tauge - kubis - kacang panjang - bahkan kangkung atau kue2 ke mreka.. Terbiasa mlihat mreka brenang dgn senangnya kalo itu t4 barusan dibersihin & kmudian makan dgn lahapnya.

What should I sayyy ???
Tertawa saat liat Kinara - Kinari ngendon dgn seneng di rerumputan saat dilepas di daratan.. lalu bersembunyi bingung di cangkangnya saat bbrp ayam mendekat dgn gaya yang sama bingungnya.

What should I sayyyy ????
Nunjukin sama ponakan2 kecilku tentang Kinara - Kinari yang disitu mereka liat & pegang sendiri ... mencoba ngasah kepekaan thd. dunia sekeliling... biar mereka ngerti sekaligus ngrasain ... yang akhirnya bakal jadi salah satu kenangan indah di masa kecil hingga dikemudian hari - disuatu ketika - mereka menceritakannya dengan bangga.

What should I say ?!!!
Bbrp bulan kemudian stelah itu, mbakku balik ke Jogja & nanyain dimana si kembar ijo .. Dimana Kinara - Kinari.. dengan penuh tanda tanya.
.... What should I say ?
Rasanya, .... Aq (benar2) kehilangan Kinara - Kinari, kura2kuu u u u ! ! ! !

"Samudera" si "Ikan Paus Tua"

" Aduhh.. bus "Baker"-nya lewattt! Hikss.. " keluhku di zaman doloe, ketika blom naik motor. Rasanya bener2 bisa mo nangis ditempat saat itu juga (bodo' amat!).

Bus Baker itu duluuu sekaliiiii... adalah "cintaku". Gimana enggak? Bus dengan postur 'berwibawa' tinggi besar warna putih - biru sang penguasa jalanan jurusan Jogja - Kaliurang itu banyak yang merindukan. Ya, dia bakal lewat 30 menit sekali ato 1 jam sekali buat turun ato naik gunung. Mbak2, mas2, anak sekolah dari SD sampek orang kuliyahan, orang kantoran, ibu rumah tangga, pembantu rumah tangga, tukang, kuli2 bangunan, mbok2 bakul & semua jenis orang maupun profesi bakal tumplek blek dalam bus ini.

Jangan tanya gimana mereka saat brebut naik angkutan yang mirip " Ikan Paus Tua" itu. Sepertinya, keselamatan jadi nomor sekian, yg penting bisa naik -- syukur2 bisa masuk & dapat tempat duduk -- tapi bergelantunganpun bakal dijabanin & disyukurin.

Kerap kali "si Ikan Paus" akan miring kekiri, menahan berat, kemudian 'berenang' dijalanan dengan pelan & hati2 dalam kecepatan sekian 'knot', sesekali menyemburkan asap hitam, seperti uap air yg keluar dari punggungnya. Terusterang, aq jarang sekali ngeliat 'makhluk2' ini ngebut dijalanan, entah karena pak Sopir yg dah pada 'sepuh' alias tua, berpengalaman, atau memang begitulah salah satu pelayanan 'terbaik' yg bisa mereka berikan buat nutup kekurangan.Yg jelas, I DO love the way -nya 'si raksasa tua'.

Yang bikin kaget, haru sekaligus terenyuh, ongkosnyapun bisa dibilang murah. Nginget gimana mahalnya angkutan sejenis yang lebih kecil ukurannya yg juga sama trayeknya (ongkos berdasar jauh dekat.. blom lagi kalo kena kenek yg seenaknya ngasiy tarip kalo malam mulai tiba...hikss...), So, banyak dari kita makin mencintai angkutan yg satu ini. Apalagi, jumlahnya yg "Limited Edition", membuat hampir sebagian besar penumpang makin nggak mau lepas dari makhluk yang bernama "Baker".

Nggak aneh makanya jika penumpang yg satu dgn yg lain jadi akrab alias saling kenal. Segitiga emas pun terbentuk : sopir - kenek - penumpang, akan say hello dgn hangat & ramah. Aq nggak ngerti, itu karena emang kebawa karena iklim Jogja yg welcome ato emang tanpa sadar telah terbentuk suatu komunitas baru, yakni komunitas "Si Ikan Paus Tua". Tapi bener, aq dulu nggak krasa udah masuki & merasakan kehangatan komunitas "si Raksasa" yg lemah lembut. Aq hafal dgn penumpang, sopir maupun keneknya. Mereka juga ngerti kapan & dimana kita mow berhenti... ^_^ mungkin ini salah satu simbiosis jenis baru.

Nungguin Baker lewat memang penuh perjuangan & 'berseni tinggi'. Sebagian besar sahabat2ku dulu ngerti aq nge-"fans" sama si "Ikan Paus". Mereka & juga bosku + ibunya bosku di tempat kerjaku yg dulu, sering banget nanyain 'nasibku' atau cerita apa yg terjadi dengan si "raksasa tua", apakah aq ketinggalan (lagi), ditinggal, kudu nunggu 1,5 - 2 jam ato gimana. Yg terburuk emang nungguin Baker sampai 2 jam, pas lewat ehh.. penuh sesak... trus nggak jadi deh naik Baker. Tau gitu, mending naik bus kota biasa, walo kudu ganti 2 kali (pake' colt ompreng) biar nyampai rumah. Bener2 deh kendaraan ini ngasah kesabaran sekaligus ngajarin bete, tergantung sikon & ati ;p

Sekarang, aq nggak lagi menggunakan jasa si "Ikan Paus". Bagiku, makhluk itu seperti "Prajurit Tua" yg bercerita sekaligus mengajari dengan kebijaksanaanya di setiap 'lautan' jalan yg dilalui.

Dan tiba2, suara si mbok bakul tua yg ngajak ngobrol aq di sore itu kembali terngiang : "Atos2 nggih sing mandhap, mboten sah keseso, sing penting slamet#" kepadaku saat aq pamit sama si mbok bakul untuk kemudian tergesa turun dari bus.

* * * * * * * * * * * * * * *
Ketika bbrp hari yll aq menyalip sebuah Baker di Jakal km. 7.5 , aq tersenyum. Ternyata, rasa nyaman naik motor atau kendaraan lain di hari2ku itu, aq peroleh salah - satunya setelah 'diajari' oleh sang "Ikan Paus Tua" di masa lalu.

Kuamati melalui spion kanan motorku, "Prajurit Tua" tadi masih saja bergerak dengan mantap & hati2 dibelakangku. "Cintaku" tetap nggak berubah & masih seperti dulu ^_^

# : "Hati2 ya yang turun, nggak usah keburu2, yg penting selamat."

Thursday, September 28, 2006

so STRANGER .... so WEIRD - kah ??

Penasaran... tapi jadi 'kepikiran' juga... Gini ceritanya, saat ngurus perpanjangan STNK skaligus Plat Nomornya yg udah abis, aq diajak ngobrol ma orang --> Bapak2 muda gitu deh <-- Kali' karena kita sama2 nunggu luamaaaaaaaaaaaaaaaaaaa buangetttiiiiiiiiiii ;'(

- : " Mba', perpanjang STNK ya? "

+ : " Iya, dari tadi koq blom dipanggil2 "

- : " Sama... lha mbaknya cuma STNK ato sama Plat juga? "

+ : " Sama Plat, mungkin itu yang bikin lama.., kalo Bapak sendiri? Perpanjang plat juga ?"

- : " Ohh, enggak! Saya hanya perpanjang STNK... bayar pajak termin ke -2.. hehehe.. " --> tau nih, knapa tiba2 si bapak nyengir pakek malu2 gitu (Ghubrakk!)

+ : " Owhhhh " --> aq jadi nyengir aneh dan : I'm drawin' a big water in 'here', alias ada air "tuingggg.." netes segedhe gaban deket kepala... (ngartun bangettt!)

Tiba2 si Bapak ini wajahnya agak bingung2, anehh2... gimanaaa... gitu....

- : " Eh, loh?!... mbak ngurus sendiri ya ? Punya mbak? "

Gludhakkkkk !!!!!!!!!!!

+ : " Iya (?!), tapi itu motor bukan punya saya koq... punya bapak..heheh.. " --> coba tebak.. sapa yg " O'on".. yg tanya ato yg jawab ???

- : " .. ehmm... iya, koq ... mbak ngurus sendiri, gitu lho.. koq nggak yang lainnya.., ehmmmm.. tapi ngurus sekarang mudah koq ya mbak.. heheh.. nggak seperti dulu... " --> lagi2 si bapak nyengir malu.. ckk.ckk..ckk...

+ : " Iya... " --> still 'bingung2 ajaib' gitu..

Alhamdulillah, abis itu aq langsung di panggil ma petugas... trus ngambil deh itu STNK.. cuma Plat nomornya baru senen bisa diambil alias 4 hari kemudian... Whatawww!
Then, abis itu aq pamit sama si bapak tadi... buat ngeduluian (bye..byee... tattaaa...)

Wheewwwhhh...

Emang ngurus2 gituan kudu orang lain ya? Kalo bisa sendiri, knapa kagak? Ato karena aq perempuan, jadi ga pantes buat ngurus perpanjangan gitu kah? Walah... 'gender' banget !!! .. Tapi emang sih.. pas aq ngurus disana... aq perhatiin kebanyakan Co semua... banyak yang sangar... Welehh.... ( "Plopp!" entah kenapa tiba2 aq jadi inget ma "Pasar Senthir" ato "Pasar Maling" yang isi pengunjungnya kebanyakan Co2 semuwa ! Ce-nya bisa diitung ma jari)

Hummm... (garuk2...)
Ato.. ternyata si bapak itu orang biro jasa yak? Dia pikir, koq si mbaknya (aq) ga menggunakan biro jasa aja yg banyak betebaran di kota ini ... (aduh.. ngeluarin duit lagi... ! Tanggal gini??!! Bokek atuh Pak!!! )

Ato... si Bapak itu benernya nanyain aq yg sesungguhnya arti pertanyaan dia : aq koq sendirian ga da yang nemenin --> Cowokkuw kemana ?? <-- BLETtakkkkkk !!!

Ahhhh... ga ngerti dehh!!! Au' ahhh, gelapppp!
Yang penting... aq bersyukur dah ngurus STNK & Plat nomorku....

Yang penting... aq ga' ngrepotin orang lain buat nolongin-bantu2...

Yang penting... aq ga' tergantung ma orang lain padahal itu urusanku...

Yang penting... aq ga' nemuin kesulitan yg berarti saat ngurus2 itu... dikasih kelancaran yang amat baik sama 4JJ1..

Meski Senin depan kudu balik lagi buat ngambil Plat nomor.. but... it doesn't matter ! Ini hari adalah hari yang indah... gitu aja! Perkara besok gimana - gimananya mo ijin ma si Boss buat ngambil itu Plat, pikir besok!

Ya ga'?! Yaa gaaa' ??!!!
Have a nice day! ^_^

Wednesday, September 27, 2006

Stuck In A Moment

Dah ... nggak ngerti deh!
Ngrasain sumpek banget apalagi sama hal yang ga' jelas gitu beneran bikin eneg!

Whewwhhh... Benernya siy males mikirin sesuatu yg ga jelas ... tapi entah knapa di
beberapa hari blakangan ini kudu mikir itu. Dipaksa buat Stuck! (Kbetulan di MP3 juga lagi kedengeran "Stuck In A Moment You Can't Get Out Of"-nya U2 buat ngibur diri) :

I'm not afraid of anything in this world There's nothing you can throw at me, That I haven't already heard
I'm just trying to find a decent melody, a song that I can sing in my own company
I never thought you were a fool, but darling look at you!
You gotta stand up straight carry your own weight

These tears are going nowhere baby
You've got to get yourself together
You've got stuck in a moment & now you can't get out of it

Don't say that later will be better,
now you're stuck in a moment & you can't get out of it
I will not forsake the colors that you bring
the nights you filled with fireworks
they left you with nothing I am still enchanted by the light you brought to me
I listen through your ears, through your eyes I can see
& you are such a fool to worry like you do
I know it's tough & you can never get enough of
what you don't really need now
My, oh my
Oh love, look at you now
You've got yourself stuck in a moment & you can't get out of it
I was unconscious, half asleep, the water is warm 'til you discover how deep
It's a long way down to nothing at all
& if the night runs over
& if the day won't last & if our way should falter along the stony pass ..
It's just a moment .. This time will pass

Perasaan ga mikir apa2, tapi entah ngapa rasanya ada yang mengganjal, bikin enggak enak.. Banyak juga diantara temen2ku mengalami hal yang sama.. sering nggak ngerti kenapa bisa stuck gini.

Di waktu lain, sempat ngobrol sharing ngobrol ngalor ngidul ma temen2... Disitu akhirnya ngerti .. I mean aq ngambil kesimpulan sendiri kalo' hal kayak gini tuh karena banyaknya hal tapi blom diselesaikan... terselesaikan... ato karena emang masalah itu 'statusnya mengambang-menggantung' & itu lebih ga enak lagi. Pait! Pait banget!

Perumpamaannya mungkin kayak tangan kita sendiri. Coba deh angkat tangan kita, tangan kiri atau tangan kanan. Kmudian, letakkan dekat - dekat dengan mata kita, hampir2 nempel. Apa yg terlihat? Hanya gelap, nggak terlihat sama sekali alur guratan tangan itu, padahal itu tangan sendiri. Ya, itu karena terlalu dekat. Sekarang coba, jauhkan tangan tadi dari tempat semula. Berhentilah pada jarak pandang. Amati sesaat... apa yang nampak? Pasti, garis2 telapak tangan itu terlihat dengan jelasnya...

May be kayak gitulah kalo kita berada terlalu dekat dengan masalah. Kita jadi nggak ngerti gimana - apa - & bagaimana sebenarnya bentuk permasalahan itu, coz we're so close. Trus, yg jadi pertanyaan skarang.. benarkah itu masalah terlalu dekat ato terlalu banyak beban yg harus diurai - diturunkan dari atas bahu?

Uff......
Kadang, bukannya kita ga mau ngelarin.. tapi... emang "harus" nrima...
Sometimes, di waktu yang "udah ditentukan", kita ga di kasih pilihan tapi kudu 'nerima' apa yang musti 'disodorin' buat diterima, emang (naseebb) sih ..

Sepeti kumbang kelapa hitam legam yang terbalik...
Ketika kecil, aq sering melihat binatang itu di halaman rumahku. Ada yang hidup tapi banyak juga yang mati. Aq nggak tau kenapa mereka bisa mati, padahal mereka binatang yang cukup kuat kupikir.. "Seperti badak bercula 2 kecil", pikirku.
Kutanya kakak, gimana mereka bisa mati. Kakakku menjawab : "Karena mereka terbalik, meski dah bergerak2.. tapi karena nggak ada yg buat dipijak yaa... mereka nggak bisa bangun lagi, Ntan" jawab kakak sambil senyum manis.

Tangan kakak bergerak, memungut salah satu dari 'badak2 kecil' itu & mulai membalikkan badan mereka. Kumbang kelapa itu bergerak2 nggak karuan, berputar2, berusaha mencari pijakan atau sesuatu yg bisa bikin mereka kembali membalikkan badan. Makhluk itu putus asa, sesekali diam & bergerak2 lagi. Aq menatap binatang itu bingung sekaligus kasihan.

Kakak memungut kembali 'si badak kecil' & mengembalikannya ke posisi semula. "Kalo gini mereka nggak papa lagi Ntan, ga jadi mati.." lagi2 dia senyum, sepertinya dia tahu apa yang aq pikirkan.

"Stuck in a moment you can't get out of this", itu kali' yg dipikirin si kumbang kelapa. Gitu juga kali' yg dipikirin kura2ku saat sempat kebalik cangkangnya....

Rasanya udah 'pergi' jauh sekali, pikiran dah 'terbang' ke berbagai tempat yg nggak terbayangkan, tapi ternyata tetap aja stuck in a moment...

ARRGGGHHHHHhhh h h h h h h .... !!!!!!!!!
LET ME OUTTTTTTtt t t t t t !!

Saturday, September 23, 2006

"Kriukk.. kKrRuyukkkkk.. krukkkk.. sruttt.."

Hehehe....familiar dengan suara diatas?
Youp!! Tentu itu suara perut yang lagi merengek kelaperan.

Perih... kosong... kadang melilit ga karuan... kembung... anehhh-anehhh gimanaaa gitu rasanya! Fewhh....

Kalo hari biasa sih, pas laper2 na gitu, pasti deh bakal pada langsung lari nyamperin makanan ato kemilan yang enak-enak... biar perut ga bersuara malu-maluin ... ato, yah.. setidaknya 'ngeganjel' sementara supaya si perut biar bisa kalem en pendiem... Atawa nuangin minum ke kerongkongan pas kehausan -> gara2 "kemarau" lokal <- yg kadang mbikin suara jadi serak gara2 garing kekurang air =p

Tapi beda masalahnya kalo' kita emang 'kudu' nahan haus & lapar. Suara seberisik apapun yang bersumber dari perut kita di-"Ayok!"-in aja. Muka-muka yang dadakan jadi putih -> tanpa bedak ato without si mbak whitening turun tangan <- alias pucet pun dilakonin. Blom lagi 'nafas-nafas naga' beraneka warna-rupa dari zaman antah berantah seberbak disana-sini -> ga sungkan apalagi malu <- buat disebarin.

Intinya : Pede - pede ajah tuh! Yeaahhhh!!!!

Percaya ga percaya (Kudu percaya!! Bletakk!!) "Keajaiban" kecil itu hanya bisa terjadi ketika Ramadhan tiba. Dan... bulan suci ini akan kita sambut lagi kehadirannya, kebetulan bertepatan jatoh di September ini. Besok, tgl 24 kita dah pada mulai Shaum hari pertama (Bangun dini hari... ngantuk2... kudu sahur.. Whikikikkk..). Ya, ini hanya a little bit contoh.

Euhh?! Masiy ga percaya? (Ckkk..ckk..ckk.. ) Okey.. yukkk.. coba perhatiin deh sekeliling pada bulan ini... Orang jadi pada bae2 semua, murah senyum, pada perhatian satu sama lain, ga da yang namanya tersinggung, ga da yg marah2an. Yah.. bukannya ga ada dheng, tapi berkurang & menurundrastis-tis-tiss-tisss !!!

Intinya lagi : Dunia bener2 endah se-endah-endahnya,

Peace..peace...peace... Asyik pokok na!!!

Sekarang... percaya kan?! Itu baru sejumput contoh loh, blom contoh2 yang lain (pasti deh blog ini ga bakalan muat!!!)

"Marhaban .. Marhaban yaa Ramadhan .. syahrur Mubarok""
...Saat 11 bulan terlewatkan malam 1000 bulan pun diturunkan...

Hummmm ..... Anugerah terindah dari 4JJ1 yang nggak terkira! ^_^
Sayang banget kalo ga disyambut dan dimuliakan ( Setudjuh!)

Tamu suci ini pastinya nggak hanya dihadapi dengan berfikir dan merenungkan diri sendiri, but ngucapin selamat datang kepadanya dengan sesuatu yang lebih bernilaipun jangan sampai ketinggalan. Biar imbang hubungan 'horizontal-horizontal' dan 'horizontal-vertikal', gituh ^_^

Indahnya bulan ini... moga2 nggak hanya berhenti sebatas Ramadhan aja (Amin)

Semoga, indahnya damai-tentram ini nggak usai setelah Ramadhan berlalu (Amiinn)

Moga2, uiian - trening & kebaikan2 yang udah dilakonin selama 1 bulan penuh ini ga menguap gitu ajah setelah Ramadhan (Aminnnn!!!! 1000 X)

"Selamat Menunaikan Ibadah Puasa & Happy Ramadhan" buat semuanya!

Maaf Lahir Bathin ya!! ^_^

Thursday, September 07, 2006

just....

Terpotong - terbelah, merekat - lekat
di satuan masa dan ketika
Ahhh...

Minyak atau airkah?
Benar dan bukan,
itu.... batas sekaligus wilayah
memisahkan dan menghubungkan,
seperti halnya kedudukan kata : antara
dan sebuah subjek :
kita
Masing - masing bukan jadi lajur kiri ataupun kanan

Tapi kita adalah sebuah jalan
dengan masing - masing bahu yang terentang beda
Lagi - lagi sekali lagi

Tiap kita tahu untuk temukan arah jawaban
"Nama" sebuah jalan :
Jadilah diri sendiri !
Kalau begitu, bagaimana?

Aku dan kamu
Kita
Sepakat - setuju kan?!

================

Tunggu sebentar !
Aku harus menarik nafas karena mulai tersengal !
Kaki kesemutan, tenggorokanpun kering kerontang !


Berhentilah dulu !

Dengarlah !
Bukannya aku menghalangimu, tapi...
Apakah kau nggak ngrasa penat yang sama?
Karena aku tahu pasti kau amat capek
terlalu letih bahkan !

Nggak inginkah kamu sejenak melepas lelah ?

Sebab kita tahu pasti
saat dini hari tiba pun jalan ini BELUM selesai,
NGGAK akan usai buat ditempuh

Hari ini
perjalanan kita BELUM AKAN SAMPAI !


nb. Kita sering kali ngrasa lelah hingga sering nggak menyadari 'kekuatan' sendiri.

=====================

Fewhhh...
Aku rasa di luar sana masih saja hujan turun dengan deras

Ayolah...!
Kurasa naungan ini cukup ada tempat jika hanya buat berteduh
Tidakkah kamu sadar kalau kamu nggak cukup sehat?
Ya! Sakitmu belum cukup sembuh benar
nggak perlu pura - pura bahwa KAMU BAIK - BAIK SAJA

Maaf, kawan
Bukannya aku menghujat
hanya saja.... aku cukup lama mengenalmu
Kupikir, rasa sungkan nggak selalu cukup pantas buat dilakukan padaku

Lihat !!
Kaca jendela ini basah terkena air hujan !
Sekal lagi nggak kamu lihatkah deras hujan di luar sana ?
Atau ... suara itu, air yang mengguyur
Nggak juga kamu dengarkah ?

Nafas yang kau hembuspun seperti uap asap
sebagaimana tarikan nafasku, tanda dinginnya udara
Kamu nggak sadar telah menggosokkan kedua tangan buat usir rasa menggigilmu
Masihkah saja kamu nggak sadari CUACA HARI INI ?

Bersabarlah dengan hujan ini...

Air memang tak akan menyakitimu atau bahkan membunuhmu
Sama sekali nggak !
Tapi ia bakal cukup mengkambuhkan sakit - demammu...

Hujan ini bakal reda, pasti berhenti

Dan jika saat itu tiba
ingatlah selalu, aku nggak akan pernah menghalangimu
pergi beranjak dari naungan ini

Semuanya hanya karena
ku masih mengkhawatirkanmu
selalu !


nb. mereka kadang lebih tahu 'keadaan"mu daripada dirimu. Thx !


================

Kenapa termenung ?
Apakah karena kepergianmu
atau sebab sepeninggalanku ?
Beberapa menit ini

apa - apa yang kita lalui begitu indah

Kutepuk bahumu, dan

Bergembiralah !

Aku - kita

merasa hal yang sama
Tahu apa yang masing - masing pikirkan

Berat memang, tapi

Tersenyumlah !

Kita tetap bersahabat, kan ?

Ikatan hebat ini
selalu menjadi yang tak terbayangkan !!

Tahukah kamu ?

Derai tawa dan tetes air mata ini
semuanya (tetap) indah !

Dan.... satu lagi yang terpenting

Ngerti nggak?
bahwasannya senyum yang paling manis itu
sebenarnya hanyalah dan adalah :
KITA !

buat :(teman2 baikku) masa lalu, kini & mendatang

=================

Aku tahu
Susah rasanya mendengar suara dalam suara
apalagi memahaminya

Akupun juga tahu
Sakit rasanya merasakan perih dalam luka
apalagi menahannya

Akupun tahu
Tak nyaman rasanya membeliak dalam kegelapan
apalagi mengatupkannya

Aku juga tahu
Silau rasanya menatap sinar di terang binar benderang
apalagi mengedikkannya

Begitulah
Aku faham gimana rasanya

berada nggak di atas atau di bawah
sekaligus nggak ditengah - tengah

Aku, raga di sini
Diri, jiwa di sana

Heiii !!!
Sebentar saja !
Kapankah aku ( boleh ) menyatu atau
beranjak dari ayunan ini ?