Wednesday, January 31, 2007

Aku - Kita : KERENNN !!!

Kaos warna biru laut itu sekilas biasa – biasa aja, kayak umumnya kaos - kaos yg ada di dunia ini.

Itu kaos punya my big Bro, yg katanya dibeliin sama Mommy pas beliau ke pasar. Harganya juga murah… Pantes aja, lha wong jenis kainnya itu jenis kain kaos yg mbikin gerah bin panas… Whewwhhh...

Aq perhatiin, kaos itu ga ada jahitan sambungannya sama sekali di sebelah pinggang, baik dikiri ato dikanan si pemakai. Jadi, jahitan sambungannya cuman pas di lengan dan pundak doang plus di leher coz buat karet krah kaos yg bulet melingkar.

Hihi... lucu juga, jarang2 dapetin kaos kayak gitu.

Tanganku bergerak ke arah krah bagian dalam sebelah belakang, yg biasanya disitu dijahit label baju.

Di label itu tercantum brand --yg bagiku-- ’antah berantah’ alias status ‘terdengar’. Muka pertama label, ada logotype mix sama logogram bergambar matahari lagi ngantuk-mata terpejam, dgn mulut senyum melengkung agak nggak jelas ( ;p )

“Yah, not bad deh… kalo buat lucu2an” kataku ke kakakku ^_^

Tapi, aq tiba2 terhenyak saat membalik label & kemudian menatap tulisan dgn huruf meliuk – liuk itu. Ga’ tau, itu kalimat tergolong tagline ato enggak… Ato just ‘ucapan’-harapan yg nyemangatin apa bukan, aq nggak ngerti. Aq nggak bisa ‘menggolongkannya’.

Karena di label itu bertuliskan kalimat dengan ’jiwa’ :

“ Semoga Anda jadi Beken “

Tuesday, January 23, 2007

1428 H

Buku besar baru yang putih bersih ini
(dengan) apa dan bagaimanakah tinta - tinta itu digoreskan?

" Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1428 H "

... Smoga, 4JJ1 selalu menjaga dan membimbing hati - pikiran
saat tangan - tangan ini menuliskan ...

Wednesday, January 17, 2007

" HuatszzyinnngggGG G G G . . . . ! ! ! "

Lo' pikir gw flu?

" HhuatsiynggGG G ! ! ! ! "

Memang benar !

" HhuatszzyinggGG G G ! ! ! ! "

Dan lo' pikir gw 'hanya' flu... ?
just flu... ??
JUST - FLU ? ? ! !
HA - NYA -- SE - KE - DAR -- FLU -- BI - A - SA ? ? ? ! !

" Hh..HhuatsyingggGGGG G G G ! ! ! ! "
" HHhh...hh... HhuatszzzyyiiinnngggGGGG G G G G G G ! ! ! ! "

Sorry,
Gue 'alergi',

'ALERGI' OMONG KOSONG !

Tuesday, January 16, 2007

Behind the Scene-nya "Pembuatan" Rapor

--- dedikasi buat para guru di Indonesia... guru2ku tercinta... 'luv ya' ! ---

Punya sodara - kakak - adek - keponakan ato bahkan anak yang masih sekolah (bukan kuliyah) ?

Pas nerima & ngebaca rapornya, pernah merhattin seberapa besar ukuran & gimana isinya gak? Lalu, pernah terlintas juga ga' seberapa 'heboh' orang2 yang terlibat dalam penulisan rapor itu? Yah.. minim, ngebayangin gimana jerih payah yang ngasiy nilai (guru mata pelajaran/bidang studi) & sang penulis (ngisi) rapor tersebut?

It's all about pengalaman aq aja coz ke empat kakakku adalah seorang guru. 2 orang guru SMA/SMU, 1 guru di SMK alias dulu disebut STM, trus seorang lagi guru TK. 2 orang dari mereka merangkap jadi wali kelas, 1-nya lagi merangkap jadi 'penanggungjawab' sekolah. Dan, udah 2X terima rapor ini aq ngebantuin kakakku yg guru SMA 'melukis indah'.

Whawhawhawhaaa..... hebuoohh..heuboohhh . . . . ! ! !
Mbikin lengan tangan atasku sebelah kanan jadi tambah kekar, machooo bowk !!!

Hampir nggak bisa dipercaya, sistem penilaian rapor sekarang mbikin pusing! Edun! Guru... apalagi Wali Kelas bakalan klenger 'eneg' ato muntah2 deh nulisnya!

Gambarannya nih, rapor sekarang ada banyak kolom yang terbagi dlm 2 golongan besar. Satu grup kolom buat tempat nulis angka2 dan kolom grup yg laen buat nulis angka secara tereja dgn kata2. Yah, kayak kalo' qt ngisi di kwitansi. Biasanya setelah ada tulisan "sebesar" or "sejumlah" adalah buat space nulis nominal angka duit, trus ada space dgn tulisan "terbilang" untuk kita nulis besaran sejumlah duit tadi dalam kata-kalimat. Tujuannya tentu biar ga terjadi saling silang plus biar lebih 'iyes' meyakinkan, geto (!)

Balik ke Rapor. Rapor dgn ukuran 30 cm X 20 cm kalo pas posisi ditutup --vertikal - potrait-- & 30 cm X 40 cm pas posisi 'mak byakk' dibuka itu --still dalam posisi vertikal - potrait-- punya 5 'karakter' nilai 'penilaian'.

BTW, ukuran yg aq sebutin tadi adalah ukuran rapor yg aq kerjain, lho.. Ga' tau kalo' rapor di kota or daerah laen. Mungkin punya ukuran & bentuk yang lebih 'manis'... (semoga aja ga' seukuran tabloid ato koran... Yahh.. apes2nya segedhe buku yg merknya bergambar "monyet nulis pake pena di sebuah memo" ato "Gunung Kelud"... Itu lhoo, buku segedhe gaban yg sering dipakek buat nulis kas ato daftar hadir ato nyatet tagihan2 or alamat2.... yang sampulnya warna ijo - merah ato biru pada jaman baheula gitu deyhh..., yg dalemnya spt kertas folio bergaris... ;p )

Setelah kolom "No." & "Daftar Nama Mata Pelajaran", kemudian terdapat kolom karakter penilaian # 1, yang isinya ttg nilai KKM atau
Kriteria Ketuntasan Minimal (dulu SKBM : Standard Ketuntasan Belajar Minimal).

KKM adalah nilai yang didapat dari hasil rapat guru2 mata pelajaran yang ada disekolah itu dgn pihak sekolah tentunya. Misalnya disekolah A udah menentukan mata pelajaran matematika buat klas 1 adalah 6.5, maka KKM matematika disekolah B (masih dikota yang sama) bisa jadi beda. Bisa saja disekolah B nilai KKM-nya 7. Artinya, KKM adalah nilai berdasar kebijakan bersama di suatu sekolah.

Kemudian terdapat kolom karakter penilaian # 2 :
Nilai Kognitif.
Adalah nilai pengetahuan gimana2nya si anak tadi disebuah bidang studi/mata pelajaran. Mata pelajaran Kesenian nggak masuk dalam kolom ini. Jadi, ya.. dikosongin.

Kolom karakter penilaian # 3 : Nilai Psikomotorik.
Yaitu penilaian berdasar/cenderung ke bentuk ketrampilan dan praktek. Beberapa mata pelajaran yg dikosongin di kotak nilai ini adalah : Sejarah, PKn ( Pendidikan Kewarganegaraan ), matematika, sosiologi & ekonomi. Khusus buat ekonomi, kemarin sih saat aq ngisi emang gak ada, tapi kata mbakku, bisa jadi aturan baru yg akan datang bakal menetapkan ada, coz naga2nya emang mo kearah situ.

Kolom karakter penilaian # 4 : Nilai Afektif.
Maksud Afektif nggak lain & nggak bukan adalah : penilaian berdasar sikap - minat - semangat si anak tadi. Misal, siswa tadi aktif ato enggak, cuek bebek, ato hiperaktif, or etc. Disitu deh si guru bakal ngasih nilai.

Trus kolom karakter penilaian # 5 & yang paling melelahkan : Keterangan.
Disini bakal dijelasin tentang ketercapaian kompetensi siswa, alias berbuih2 ria dengan kata2... alias lagi : bukan ditulis dengan angka. Huwwwaaaaaaaa....!!!!

Misal nih untuk pelajaran Kimia, "Nilai Keterangan" yang ada akan 'berdasar' pada conclusion nilai berupa angka2 pada rows Kimia : KKM - Nilai Kognitif - Nilai Psikomotorik - dan Nilai Afektifnya. Semakin bagus/tinggi nilai di kolom2 itu, makin bagus pula keterangan yang ditulis di rapor kolom "Keterangan".

Contoh kalimat untuk summary dari nilai2 SEBUAH mata pelajaran yang bagus/tinggi di kolom "Keterangan", gini nih :

" Bahasa Inggris : 7,2 - 8 - 9 - 8 = KD (Kompetensi Dasar) tuntas. Listening - Conversation/Speaking - Grammar - Writing tercapai. Pertahankan ! "

Emang sih, kata2 tadi dah ditentukan ama guru bidang studinya, tapi.... disini bisa diartiin juga kalo' kalimat yg dibikin antar guru bidang studi yang satu dgn yang laen beda2. Trus, kalimat tadi dah berdasar range penilaian lho, sehingga mereka tinggal ngasih kode2 ajah. Aq ga tau knapa mereka nulis kalimat itu dgn. kode angka (biasanya rata - rata kode hanya 1 s/d 4 ). Apa karena si guru tadi dah pegel nulis (coz kebanyakan manual) ato karena emang buat mempermudah dirinya sendiri? Jadi, pada saat pelaksanaan, qt "tinggal" nulis di kolom "Keterangan" dgn kalimat sambil melihat contekan "kunci jawaban" alias kodenya tadi.

Biar ga' bingung & ada gambarannya, kaya gini deyh misalnya :
Bahasa Inggris :
1. KD tuntas. Listening - Conversation/Speaking - Grammar - Writing tercapai. Pertahankan ! "
2. KD tuntas. Writing, Speaking tercapai, namun Listening perlu ditingkatkan.
3. KD tuntas. Speaking tercapai, namun Listening & Writing perlu ditingkatkan.
4. Listening - Conversation/Speaking - Grammar & Writing tingkatkan lagi, perbanyak belajar & jangan malu berlatih.

Huaaa......!!!
Tanganku Kritingg..... !!!!

Blom lagi, ditiap2 sebelah kanan rows/kolom nilai --dari karakter # 1 s/d # 4-- ada kolom yang diisi dengan 'bahasa kata / kalimat' alias kayak di'terbilang'-nya kwitansi. Nilai angka / numerik : " 78 " ditulis dgn kata menjadi : "Tujuhpuluh delapan". Kalo' aq kmaren, karena buat ngirit waktu & karena space yg ada tersedia begitu mungilnya, cuman tak tulis : "tujuh plh dlpn" ;p

So... Perhitungan "jumlah" yg kudu ditulis :
Sekian buanyak mata pelajaran yg DITULIS ANGKA karakter penilaian # 1 s/d # 4 X Karakter penilaian # 1 s/d # 4 yg DITULIS dalam KATA/KALIMAT X Sekian buanyak mata pelajaran dgn 'karakter' penilaian "Keterangan".

.... yang 'melegakan sekaligus menghibur' adalah : tiap siswa memiliki "Keterangan" yang berbeda2.... Artinya, tiap guru bidang studi kudu ngerti plus paham betul tiap2 anak yang diajar, dididik & dibimbingnya itu. Andai seorang guru kimia ngajar beberapa kelas..... Taro' contoh mbakku yg guru Kimia ngajar di 4 kelas 3 IPA.... @ kelas rata2 ada 40 anak..... So...... --> kalkulasi sendiri <--

Begitulah... Si guru bidang studi kudu ngasiy nilai segitu banyak untuk kemudian diserahin ke wali kelas di 4 kelas itu. Then... 'kebetulan'... mbakku itu ngrangkep jadi seorang wali kelas, yg maksudnya niyh : ada 'tambahan kerjaan' buat nulis rapor. Akhirnya, aq deh yang ngebantu nulis2i itu rapor "anak2nya" mbakkuhh....

Huff..huff...huffff..... Kriting bowk tangan kanankuuhhhhhh... !

Kenapa bisa kriting??? Gini nih sodara2 sekalian, salah satu sebab "kegembiraan" pengkritingan itu jadi kasus (yang) "membahagiakan" :
# 1: Beberapa (oknum) guru mata pelajaran pada nyerahin daftar nilai yang isi kalimat untuk kolom nilai "Keterangan"nya amat sangat begitu anehnya, terlalu panjang, janggal, wagu & ato ga' penting gitu loh!

So... side job qt adalah : kudu ngrevisi itu kalimat !!
Hiyaaaaa... !!!
Mikir lagi deyh buwat ngarang kata2... berbuih... berbueehh... & berbuueeehh...

Ato kasus lain, kasus (yang) tambah "membahagiakan" # 2 :
Karena si (oknum) guru tadi 'bersemangat' banget ngisi kolom keterangan di daftar nilai, --karena dia pakek kompi-- dia hanya jadi copy paste kalimat thok. Ingat kan, gimana kolom "Keterangan" SE-HA-RUS-NYA - DI-I-SI ???

Yep, antar anak didik itu beda2. Jadi.... aq & mbakku kudu bekerja keras mlototin daftar nilai itu, trus nyadur kalimat2 tsb dalam bahasa "kode2 angka" buat mempermudah kerja kita.

Kasus (yang) amat "indah & membahagiakan" kuadrat sangat # 3 :
Kalo ke-2 kasus diatas tadi digabungin.... ditambah lagi dikasiy 'bonus' tulisan guru bidang studi nyang begitu manualnya - ga' cetho alias ga' jelas kayak tulisan dokter yg artistik di resep2 obat .....

"Donggg..dongggg...donnggg...donggggggg....!!!!!"
(sambil ngetok2 kepala)
>@<

Pantes ajah, karena pernah di suatu ketika aq maen ke sekolah dimana mbakQ ngajar --zamannya mo detik2 rapor-an gitu deh--, aq ngeliat & bertemu dengan bbrp. tampang guru yang "BRUBAH!" (pake' nadanya Ksatria Baja Hitam "KBHRX" :p ) jadi sangar, tegang & ga' ramah gitu......Ya' iyalah! Coz mereka pada senewen dgn. kerjaan mereka itu (kewajiban?). Ga' da pilihan lain supaya rapor bisa jadi, So... para guru tadi mau ga mau - suka ga suka, kudu menurunkan para 'bala kurawa'-nya (aq salah satu victim-nya !)... Biar kerjaan 'Bandung Bondhowoso' itu kelar !! (KkukuuuRruuyuukkkkkk ... !!!!!! Yukkkzzzzz..... )

Alhasil, banyak ditemui rapor2 dengan 'isinya' yang jadi beraneka ragam tulisan tangannya. (!)
Heheheekkkkk.... ;'))

(Thx God!! Itu ga' terjadi di rapor2nya punya mbakkuh.... --> muji diri sendiri kamsudnya ;p <-- )

Kalo' dibandingin rapor jaman aq dulu yang hanya 2 kolom penilaian :
Nilai Angka (=Kognitif) & Nilai "terbilang" dalam kata...

Fiuwhhhh.... koq tiba2 otak jadi 'cegukan' yak??

Gemana .... pada bisa ngebayangin kan ????
Kalo' udah bisa ngebayangin.. naaa....coba deh.... sekarang khayalkan :
- Kerjaan guru/walikelas tuh gimana... kalo' di kota sih, agak mendingannn.. lha kalo' di pelosok plus terpencil?
- Anak2 sekarang tuh kayak apa... yg asli jauh banget ma masa2 qt....
- Kehidupan guru tuh seperti apa... terutama : ga - ji - nya !
- Terutama lagi... KHAYALKAN GURU - GURU HONORER DI NEGERI INI -- LEBIH2 LAGI : GURU HONORER di TEMPAT TERPENCIL, MINIM FASILITAS, & GA' JELAS KAPAN PENGANGKATANNYA.... padahal UDAH MENGABDI BERPULUH2 TAHUN lamannya...

Hiksss.... cedih... cedhihhh..... cedhihhhhnaa'..... ;'((

Tuesday, January 09, 2007

"Kunci" jadi "Gembok"

-- jalan keluar yg awalnya dimaksudkan untuk mempermudah, suatu ketika dapat saja 'mengunci' dari dalam --



" Hehh... maunya ngebuka gembok malah nge-lock!Bukan gemboknya yang soak, tapi kuncinya ternyata yang karantan. Sebel ga' sehhh?! padahal tu kunci cuman ada atu, alias ga' diduplikat. Serunya lagi, si kunci tadi malah patah di dalam gembok... "Klekk-Takk !!" woahh...woahhh...woahh h h h . . . . " ;'@

Kalo dipikir2 aneh juga, knapa kuncinya doang yg error, kenapa si gembok yang nggantung dengan damai di pintu pagar warna biru rumahku ga ikutan karatan, yak? Kan umurnya sama. Beli juga bareng. Sepasang. Nahhh.. looo....

"Cacat Produksi!" tereak adekku.

Huff....

"Beneran nih cacat produksi?" batinku sebel. Yaa... yaa... cacat produksi.. kata yang indah & sedikit menentramkan (!) Padahal ga tau kaannnn sini dah buru2 ngeluarin motor, mana dah telat brangkatnya.. gimana coba ngeluarin motorku dari halaman dalam yang biasanya buat garasi? Masak dilempar keluar pagar setinggi 4 meteran? Ato kekeuh maksa supaya motorku dilewatin dalam rumah alias ngelewatin ruang makan trus ke ruang tamu? Ga lucu ah!

Akhirnya, setelah berjuang, adekku bisa juga ngebuka itu pintu melawan si sejoli gembok & kunci tadi. Ternyata, si kunci ga' patah total.. hanya.. yah.. sedikit patah - cuil.. so jadi cacat beneran deh.. (sebutan cacat produksi akhirnya resmi disematkan, heheheeee..)

Lain waktu, lagi2 aq berurusan sama pintu pagar warna biru itu. Maksud hati nggak ngebuka pintu, tapi mo' nutup rapat - rapat. Heiiiyy! Ternyata, gemboknya ganti (dah jalan beberapa hari ternyata..).
"Klang! Klangg!! KLakkk !"
Whopppsss ! ! !
Huweeeee'.... ga' bisa nutup!! Gemboknya kagak bisa pas masuk alias ngunci !
Ghubrakkksss ! Hikksss . . . .
Bermenit2 aq utak-atik itu gembok... & nihil !
Arrgghhhh...!!!
Ahh.. nyerah... nyerahh dahhh.. capekk..

Kubilang ma adekku tentang si gembok tadi &amp;amp;amp;amp;amp; lagi2 adekku turun tangan kemudian ;p
Sekarang ternyata yang bermasalah adalah gembok barunya, maksudku : BUKAN KUNCINYA ! Yeahhh.... Greattt! Bagoesss.....! (sambil ngangkat 2 jempol tangan)

" Akhirnaa... bisa juga ngebukak pintu warna biru ini ! "

Merhatiin ga sih mutu barang2 sekarang dah ga kayak dulu lagi? Ck! perasaan, barang2ku dari jaman baheula masih fine2 ajah loh.. alias awet... (barang dari zaman antah - berantah taun kapan maksudna).

Contohnya niy, aq punya termos dari bahan seng warna merah bergambar eh,.. berukir burung merak dgn jambulnya sedang hinggap di atas sebuah batu, dibawah rindangnya pu'un bamboe.

Na.. pengen tau umur termos itu? Hehehehekkkk.. termos itu ternyata umurnya lebih tua dari aq! Si merah tadi adalah 'kakakku'. Itu benda dah ada sebelum aku lahir. Hebat kan! Ga' tau itu barang awet coz ibundaku pinter ngrawatnya, ato all mai fam pandey njagainnya, ato emang dasar bahannya yg awet ga dikorup.Pokokmen setahuku awet, ga pernah enggak buat diisiin aer panas. Trus, aer panasnya tetep awet panasnya !

Mangkanya bisa ngebayangin kan saat si termos itu rusak, ( kira2 setahun yang lalu ). Mai fam bener2 keilangan. Beli termos baru bermerek 'bintang singa' (critanya biar awet) E'eee.... ternyata berumur hanya beberapa bulan, ga sampek setaun (kelamaan yak? Ye.. kalo dibandingin ma si merah mah jelas jauh awetnya!).
Ibundaku juga sering 'takjub' ma 'harta2'nya di dapur. Panci, wajan, 'dandang', 'sothil', etc, bener2 cepet bocor, aus ato patah. Diukur secara pemakaian & umur bener2 kalah juauuuooohhhh ma barang2 produksi "jaman ga' enak" (emang sekarang dah "zaman enak" ya Ntan?)
Sedih ga' ?? Katanya modern... tapi knapa barang2 kualitasnya kayak gini yak?
Kudunya kan lebih bagoes... wong ada quality control-lah, standard produksi-lah.. berteknologi-lah, yang ngebuat juga orang2 pinter (meski --katanya-- kadang mereka lebih suka diblakang layarr...) trus diiklanken di tipi lagi', ( yg berarti punya 'nama' kan tuh barang). Intinya, barang2 yg dibikin itu adalah : hasil dari 'otak-pemikiran'-nya manusya2 yang makin jenius.
Aq ga tau, apa krn barang2 tadi hanyalah 'remeh temeh' sehingga 'pantes' buat dibikin ecek-ecek...? Duh... "Kasihan Sekali" pemikirannya...
Sayang ajah, sesuatu yang kudunya bisa bagus koq jadi brubah status...
eHemm....
Entah knapa akhirnya pikiranku tiba2 melayang sama bajuku yang katanya orang2 keren ( ya brand, ya harga, hiksss...) tapi ternyata ga' bisa bertahan lama. Baju ber'kualitas' tadi kalah awet sama bajuku ketika masih bayi. Baju pink lucu - imut - so cute dengan ikatan pita mungil di kedua bahu, yang bahannya begitu lembut itupun pernah dipakai turun temurun. Ya, dari aku ke ponakanku yang usianya bertaut jarak amat jauh : 11 tahun !!
Sampek detik ini, baju mungil warna pink itu masih tersimpan rapi di dalam rak lemari pakaianku. Bedanya sekarang hanya sedikit berubah warna. Yepp! Sedikit luntur, gimanapun sebab termakan usia... Tapi itu wajar kan???? karena 'Si pink kecil' tadi udah berumur lebih dari 1/4 abad !
Pertanyaanku :
ADA GA' SIH benda - benda zaman sekarang yang PUNYA SOUL 'TOUGH'-nya kayak zaman doeloe??

Friday, January 05, 2007

Akhir Tahun # 3

Ini 'hanya' obrolan ketika aq & kakak2ku sedang ngumpul di tanggal 1 Januari 2007, malam menjelang pukul 8, saat kami melihat berita ttg bencana, kecelakaan kapal & hilangnya sbuah pesawat terbang "AA" di M**** TV

Ga' da hubungannya mungkin dgn kjadian itu, hanya saja --menurutku-- ada hal yg sama di semua 'tragedi' itu : gugup - takut - sedih - pasrah & rasa yg bakal 'ditemui' sendiri.

'obrolan' #1 kakakku ketika dia masih ditugasin di Jakarta :
Ketika itu masih di hebohnya suasana gempa, aq ditugasin di daerah Blok M Plasa. Pas di lantai 6 kalo' nggak salah, tiba2 gedung bergoyang ngeri. Orang2 pada kacau berlarian.

Aq juga sempat kalut spt orang2 itu, buru2 masukin semua tools & apapun yg dibawa ke dlm tasku. Gugup gemetar krn gebayangin apa jadinya nanti dgn gedung ini. Aq kebayang gempa Jogja kemarin!

Tapi, tiba2 aq menyadari sesuatu :
Kenapa aq harus lari kalau memang sudah ajalku?

Akhirnya, aq dgn susah payah berjalan ke arah jendela, melongok kebawah. Kulihat orang2 pada berhamburan.
Aq hanya berdo'a, semoga dimaafkan & diampuni segala dosa-khilaf selama aq hidup.

Aq menghibur diri dgn pikiran, kalo aq lari & ternyata nggak sempat keluar padahal gedung ini ambles, sama juga mati (dia tertawa!) Mungkin, dgn aq tetap disini, keadaanku lebih baik lagi
(& kulihat kakakku tersenyum... senyum yang indah ^_^ )

Pertanyaanku #1 (yg mungkin terdengar bodoh) :
"Mas, pulsamu ketika itu masih nggak ?"

"Mepet" jawabnya santai.

'obrolan' #2 kakakku, now dia ditugasin di Jogja :
Kmaren aq ditugasin di Hotel S****** , buat ngecek alat2 lagi. Tau nggak gimana lift-nya? sempit!! Pas aq didalam lift mo turun ke lantai 1, tiba2... lift macet lumayan lama dlm perjalanan itu! Padahal, aq sendirian di dlm lift !!!

Duh... udah mikir yg enggak2. Da pa di dunia luar sana? Gangguan listrik biasa?? Kebakaran?? Mbuhh!!

Kupencetin tombol emergency berkali2. Nggak ada jawaban balik!!! Aq megangin HP, coba cari sinyal.

Lagi2 ktika itu yang ada hanya pasrah & berdo'a moga2 dosaku diampuni semua.

Pertanyaanku #2 (yg mungkin --lagi2-- terdengar tolol) :
"Pulsamu ketika itu masih ada ga?"

"Limit" balasnya sambil nyengir.

Rasa dlm cerita kakakku seperti rasa2 yg aq rasain di tahun 2006 yll (padahal 'umur' barusan ninggalin tahun itu lagi 5 hari ini).
Youp, gempa 27 Mei lalu & tgl2 sesudahnya ketika aq stay di kota atopun pas di Bantul, rumah kakakku. Inti rasanya : 'bingung - kalut' dgn diri sendiri & keadaan orang lain. Bagaimana jadinya akhir 'cerita' ini? Adakah yg bisa dihubungi? Masihkah dapat menghubungi? Aku begitu kecil & ketakutan disini!

Akhirnya, HANYA 4JJ1-lah sang Maha Empunya : " Hidup, mati & hati untuk kita menenangkan diri serta kembali."

Akhir Tahun # 2

1 detik ini
mengubah masa lalu, kini & esok hari

semoga diperjalanan 1 detik ini
hati selalu kuatkan diri dari rasa lelah saat kaki melangkah


~ senin dini hari, 1 january 2007 ~

Thursday, January 04, 2007

Akhir Tahun # 1

Qurban di penghujung tahun,
adakah hanya sekedar semarak gemerlap 'mati rasa' pergantian senja - fajar,
ataukah SEBENTUK KEBERANIAN untuk 'suka cita' keikhlasan & pengorbanan yang tersemat di dada (dalam suasana 'hidupnya rasa' gundah-berkabung-duka) ?


" SELAMAT HARI RAYA IEDUL ADHA "

Semoga, aku - kamu - dia - kita - mereka
selalu HIDUP dengan 'HIDUPNYA HATI'....

Ahad, 31 Desember 2006